PEMILIHAN Dekan Fakultas Hukum Universitas Gorontalo (FH Unigo) yang baru saja berlangsung tidak sekadar menjadi ajang kontestasi administratif, melainkan juga ruang artikulasi pengabdian. Kedua kandidat yang maju dalam proses tersebut pada hakikatnya adalah putra-putri terbaik yang sama-sama menegaskan komitmen untuk mendedikasikan diri bagi kemajuan institusi.
Dalam perspektif ini, hasil pemilihan bukanlah tentang siapa yang “menang” dan “kalah”, melainkan tentang siapa yang pada momentum tertentu diberikan mandat untuk memikul tanggung jawab sejarah.
Berdasarkan pemberitaan yang beredar, Dr. Roy Moonti berhasil memperoleh dukungan mayoritas dalam forum senat fakultas, sebuah legitimasi akademik yang penting dalam tradisi tata kelola perguruan tinggi.
Mandat tersebut bukan hanya simbol kepercayaan, tetapi juga amanah yang mengandung ekspektasi kolektif untuk membawa FH Unigo melangkah lebih progresif di tengah dinamika pendidikan hukum yang semakin kompetitif.
Tulisan ini mencoba mengurai secara reflektif dan argumentatif, bagaimana kepemimpinan Dr. Roy Moonti berpotensi memberikan dampak signifikan bagi pengembangan FH Unigo ke depan.
- Kepemimpinan Akademik: Antara Legitimasi Ilmiah dan Lompatan Institusional
Dalam tradisi perguruan tinggi, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan manajerial, tetapi juga dari otoritas keilmuan. Di sinilah posisi Dr. Roy Moonti menjadi menarik. Dengan jabatan akademik Lektor Kepala dan proses menuju Guru Besar yang sedang disiapkan, terdapat peluang historis yang tidak dapat diabaikan: kemungkinan hadirnya Dekan pertama bergelar Profesor di FH Unigo.
Secara filosofis, keberadaan seorang Guru Besar dalam posisi kepemimpinan fakultas bukan sekadar simbol prestise, tetapi juga representasi dari epistemic authority, otoritas berbasis ilmu pengetahuan. Dalam analogi sederhana, fakultas hukum tanpa kepemimpinan akademik yang kuat ibarat kapal tanpa kompas intelektual. Ia mungkin tetap bergerak, tetapi tidak selalu menuju arah yang tepat.
Jika pengajuan Guru Besar tersebut berhasil, maka hal ini akan menjadi momentum institusional yang penting. Status tersebut berpotensi meningkatkan reputasi akademik FH Unigo, memperkuat daya tawar dalam jejaring nasional maupun internasional, serta mendorong kultur akademik yang lebih produktif.
Dalam konteks ini, kepemimpinan Roy Moonti dapat menjadi katalis bagi transformasi dari sekadar institusi pengajaran menjadi institusi riset yang diperhitungkan.
- Kepemimpinan Publik dan Jejaring: Modal Sosial untuk Akselerasi Fakultas
Kepemimpinan dalam dunia akademik modern tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membangun jejaring. Perguruan tinggi hari ini tidak lagi berdiri sebagai entitas yang terisolasi, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan yang saling terhubung.
Dr. Roy Moonti, dengan keterlibatannya sebagai Wakil Ketua PW APHTN-HAN Provinsi Gorontalo serta partisipasinya dalam berbagai organisasi akademik dan profesi, menunjukkan bahwa ia memiliki modal sosial yang signifikan. Dalam teori governance, jejaring ini dapat dipahami sebagai bentuk “relational capital” yang berfungsi memperluas akses terhadap sumber daya, kolaborasi, dan legitimasi.
Lebih jauh, keterlibatannya dalam pengelolaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis menjadi indikator penting tentang kepercayaan publik terhadap kapasitas manajerialnya. Ini bukan sekadar pengalaman administratif, tetapi juga refleksi dari kemampuan mengelola kompleksitas kebijakan publik, sebuah keterampilan yang sangat relevan dalam mengelola fakultas di era sekarang.
Dalam analogi institusional, jejaring adalah jembatan. Tanpa jembatan, potensi sebesar apa pun akan terkurung dalam batas internal. Dengan jembatan yang kuat, FH Unigo memiliki peluang untuk menembus batas, berkolaborasi lintas institusi, dan memperluas pengaruh akademiknya.
- Kapasitas Riset dan Tantangan Kepemimpinan: Antara Potensi dan Konsistensi
Salah satu indikator penting dalam pengembangan fakultas hukum adalah produktivitas riset. Dalam hal ini, rekam jejak Dr. Roy Moonti sebagai penerima hibah kompetitif Kemendiktisaintek tahun 2025 menunjukkan kapasitas akademik yang tidak diragukan.
Dalam perspektif kebijakan pendidikan tinggi, keberhasilan memperoleh hibah penelitian bukan hanya capaian individual, tetapi juga pintu masuk bagi penguatan ekosistem riset institusi. Dengan posisi sebagai Dekan, Roy Moonti memiliki peluang untuk melakukan intervensi kebijakan yang mendorong dosen-dosen FH Unigo agar lebih aktif dalam kompetisi hibah nasional maupun internasional.
Namun demikian, kepemimpinan selalu berada dalam dialektika antara potensi dan tantangan. Salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah intensitas aktivitas di luar kampus. Dalam logika manajemen, semakin luas jejaring dan keterlibatan eksternal, semakin besar pula potensi distraksi terhadap tugas utama.
Di sinilah ujian kepemimpinan sesungguhnya. Seorang Dekan tidak hanya dituntut memiliki kapasitas, tetapi juga kemampuan mengelola prioritas. Kepemimpinan yang efektif bukan tentang melakukan banyak hal, tetapi tentang memastikan bahwa setiap hal yang dilakukan berkontribusi langsung terhadap tujuan institusi.
Namun, dengan latar belakang pengalaman dan kedewasaan akademik yang dimiliki, terdapat optimisme bahwa Roy Moonti telah mempertimbangkan secara matang konsekuensi dari keputusan untuk maju sebagai Dekan. Pilihan tersebut dapat dimaknai sebagai “panggilan pulang”, sebuah kesadaran bahwa pengabdian terbaik tidak selalu dilakukan dari luar, tetapi justru dari dalam, melalui kepemimpinan institusional.
- Mandat Sejarah dan Harapan Kolektif
Terpilihnya Dr. Roy Moonti sebagai Dekan FH Universitas Gorontalo bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari babak baru. Ia memikul bukan hanya mandat formal, tetapi juga harapan kolektif sivitas akademika untuk membawa fakultas ini menuju fase perkembangan yang lebih maju.
Dalam perspektif yang lebih luas, kepemimpinan ini adalah tentang bagaimana ilmu pengetahuan, jejaring, dan integritas bertemu dalam satu titik yaitu pengabdian, dan pada titik itulah masa depan FH Unigo akan ditentukan.
Sebagai junior semasa S1, dan sebagai rekan sejawat pada organisasi APHTN-HAN, saya sampaikan selamat kepada Dr. Roy Moonti atas terpilihnya sebagai Dekan FH Unigo. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, visi, dan keberanian untuk melakukan lompatan-lompatan strategis demi kemajuan Fakultas Hukum Universitas Gorontalo.
Penulis : Novendri M. Nggilu – Ketua PW APHTN-HAN Provinsi Gorontalo-Alumni FH Universitas Gorontalo













