HESTEK.CO.ID – Aktivitas Street Coffee di kawasan Taman Budaya Limboto terus menggeliat setiap malam. Lapak UMKM berjejer, pengunjung padat dan transaksi ekonomi rakyat berputar.
Namun di balik ramainya aktivitas itu, tersimpan persoalan mendasar yang hingga kini belum dituntaskan, yakni minimnya fasilitas toilet.
Kondisi ini membuat sejumlah sudut taman budaya diduga kerap dijadikan tempat buang air kecil oleh pengunjung. Bau menyengat di beberapa titik menjadi keluhan yang tak lagi bisa ditutupi.
Ironisnya, lokasi yang seharusnya menjadi ruang budaya dan kebanggaan masyarakat justru berubah fungsi pada malam hari. Area itu kini terkesan tak terurus dalam hal sanitasi dasar.
“Kalau sudah ramai sekali, susah cari toilet. Tidak ada pilihan lain,” ujar seorang pengunjung yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Rabu (04/03/2026).
Sebagai ruang terbuka publik di pusat Limboto, kondisi ini dinilai memalukan. Apalagi taman budaya sering digunakan untuk kegiatan resmi pemerintah, pertunjukan seni, hingga agenda komunitas.
Minimnya toilet bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk kelalaian dalam perencanaan tata kelola ruang publik.
Kritik tajam pun mengarah ke Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang dianggap lalai mengantisipasi dampak dari membludaknya pengunjung Street Coffee.
Pemerintah dinilai hanya fokus pada kemeriahan dan perputaran ekonomi, tetapi abai pada kesiapan infrastruktur dasar berupa sanitasi yang memadai.
Jika pemerintah ingin kawasan ini menjadi pusat UMKM dan destinasi nongkrong malam, maka tanggung jawabnya bukan hanya menyediakan tempat jualan. Fasilitas dasar seperti toilet adalah standar minimum.
Karena selain merusak estetika taman, praktik buang air sembarangan juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan lingkungan.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kawasan yang dibangun dan dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat justru berubah citra menjadi area kumuh.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan tidak menutup mata terhadap persoalan yang nyata di depan publik.
Sebab, membangun ekonomi kreatif tanpa menyiapkan infrastruktur dasar hanya akan melahirkan masalah baru dan mempermalukan wajah daerah itu sendiri.













