Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Awan Tebal Tutupi Langit Gorontalo, Hilal Tak Teramati

REDAKSI
1
×

Awan Tebal Tutupi Langit Gorontalo, Hilal Tak Teramati

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Pemantauan hilal yang dilakukan tim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kamis (19/3/2026), tidak berhasil melihat hilal akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Ketua Tim Urais Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Safrianto Kaawoan, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal sebenarnya sudah berada di atas ufuk saat pengamatan dilakukan.

“Berdasarkan hasil pengukuran, ketinggian hilal sebelum terbenam mencapai 1,9 derajat dengan elongasi 5,1 derajat. Hilal juga sempat berada di atas ufuk sekitar tujuh menit,” ujarnya.

Baca Juga:  Hais Ayuwa Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Polda Gorontalo

Namun demikian, hilal tidak berhasil diamati oleh tim. Upaya pengamatan langsung hingga pengambilan gambar telah dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Menurut Safrianto, tebalnya awan di lokasi pengamatan menjadi faktor utama tidak terlihatnya hilal.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Gelar Pasar Murah Ramadan, 1.100 Paket Sembako Dijual Rp40 Ribu

“Kami sudah berupaya melakukan tracking dan pengambilan gambar, namun hilal tidak dapat terlihat karena tertutup awan tebal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal di daerah akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Ia menegaskan bahwa keputusan penetapan awal Ramadan atau Idulfitri tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Juga:  NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

“Kita menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat. Hasil pengamatan di daerah menjadi bagian dari bahan pertimbangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun hilal tidak terlihat di Gorontalo, penetapan awal bulan Hijriah tetap akan ditentukan secara nasional berdasarkan hasil sidang isbat.