HESTEK.CO.ID – Persoalan akses menuju masjid di sekitar pintu masuk Bandara Djalaluddin menjadi salah satu perhatian warga Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim, Rabu (4/11/2026).
Persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027. Warga berharap ada solusi melalui koordinasi antara pengelola bandara dan pemerintah, menyusul persoalan pagar bandara yang turut berdampak pada akses masyarakat menuju tempat ibadah.
Warga menilai akses untuk menjalankan aktivitas keagamaan perlu tetap diperhatikan, dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan di kawasan bandara.
Selain persoalan tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan fasilitas sosial dan pengembangan ekonomi desa.
Di antaranya permintaan bantuan pendingin ruangan berupa AC atau kipas angin untuk masjid, kendaraan roda dua bagi pengurus rukun duka, serta dukungan bantuan bagi pelaku UMKM agar usaha masyarakat dapat berkembang.
Dalam pertemuan itu, warga turut menyampaikan apresiasi atas realisasi aspirasi reses sebelumnya berupa bantuan tenda dan kursi yang kini dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Umar Karim mengatakan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi wakil rakyat untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyebut, aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD, dengan mempertimbangkan kewenangan pemerintah provinsi.
Sementara persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah provinsi, kata dia, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Kepala Desa Tolotio, Sandra Djafar, berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi desa.
Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi, terutama dalam menyelesaikan persoalan yang membutuhkan keterlibatan lebih dari satu pihak.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan dan Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Gorontalo.












