HESTEK.CO.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan kembali menuai perhatian. Kali ini, catatan muncul dari SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terkait kelengkapan label dan kondisi fisik kemasan makanan yang diterima siswa.
Pada pembagian awal pekan ini, paket MBG yang diterima siswa berisi roti tanpa keterangan tanggal produksi dan kedaluwarsa, kacang tanah dengan kemasan sobek, satu buah pisang, serta bubuk minuman dalam plastik kecil. Temuan tersebut langsung menjadi bahan evaluasi internal pihak sekolah.
Kepala SD Laboratorium UNG, Muh. Sahman Rahman, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keamanan konsumsi peserta didik. Ia menegaskan bahwa setiap paket makanan yang datang selalu melalui proses pemeriksaan sebelum dibagikan.
“Kalau produk tidak mencantumkan tanggal produksi dan kedaluwarsa, itu tentu tidak memenuhi prinsip keamanan pangan. Begitu juga jika kemasannya sudah rusak,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, sekolah memiliki standar pengecekan sederhana namun ketat, terutama menyangkut kelayakan edar dan kebersihan kemasan. Apabila di kemudian hari ditemukan kembali kondisi serupa, sekolah akan langsung mengembalikan paket tersebut kepada penyedia tanpa didistribusikan ke siswa.
Sorotan terhadap MBG Ramadan ini juga berkembang di media sosial, menyusul keluhan dari sejumlah sekolah lain yang menilai variasi menu kurang seimbang selama masa puasa.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi program belum berhasil dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait standar pengemasan maupun mekanisme pengawasan mutu makanan.
Meski demikian, belum terdapat laporan resmi mengenai siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi paket MBG tersebut. Pihak sekolah berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar program tetap berjalan dengan memperhatikan standar gizi, keamanan, dan kenyamanan konsumsi bagi siswa selama Ramadan.













