Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
News

Menu MBG Ramadan Dikritik, SD Lab UNG Siap Tolak Makanan Tak Sesuai Standar

Redaksi
88
×

Menu MBG Ramadan Dikritik, SD Lab UNG Siap Tolak Makanan Tak Sesuai Standar

Sebarkan artikel ini
SD Laboratorium UNG. FOTO:JUNA/HESTEK

HESTEK.CO.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan kembali menuai perhatian. Kali ini, catatan muncul dari SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terkait kelengkapan label dan kondisi fisik kemasan makanan yang diterima siswa.

Pada pembagian awal pekan ini, paket MBG yang diterima siswa berisi roti tanpa keterangan tanggal produksi dan kedaluwarsa, kacang tanah dengan kemasan sobek, satu buah pisang, serta bubuk minuman dalam plastik kecil. Temuan tersebut langsung menjadi bahan evaluasi internal pihak sekolah.

Kepala SD Laboratorium UNG, Muh. Sahman Rahman, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keamanan konsumsi peserta didik. Ia menegaskan bahwa setiap paket makanan yang datang selalu melalui proses pemeriksaan sebelum dibagikan.

Baca Juga:  Indonesia Soroti Serangan Israel Terhadap Pos UNIFIL di Lebanon Selatan

“Kalau produk tidak mencantumkan tanggal produksi dan kedaluwarsa, itu tentu tidak memenuhi prinsip keamanan pangan. Begitu juga jika kemasannya sudah rusak,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, sekolah memiliki standar pengecekan sederhana namun ketat, terutama menyangkut kelayakan edar dan kebersihan kemasan. Apabila di kemudian hari ditemukan kembali kondisi serupa, sekolah akan langsung mengembalikan paket tersebut kepada penyedia tanpa didistribusikan ke siswa.

Baca Juga:  Ismet Mile Tekankan Kemandirian Fiskal Daerah di Penandatanganan KUA-PPAS 2026

Sorotan terhadap MBG Ramadan ini juga berkembang di media sosial, menyusul keluhan dari sejumlah sekolah lain yang menilai variasi menu kurang seimbang selama masa puasa.

Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi program belum berhasil dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait standar pengemasan maupun mekanisme pengawasan mutu makanan.

Baca Juga:  DPW Partai Nasdem Gorontalo Buka Suara Usai Oknum Kadernya Disebut Hamili Seorang Wanita

Meski demikian, belum terdapat laporan resmi mengenai siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi paket MBG tersebut. Pihak sekolah berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar program tetap berjalan dengan memperhatikan standar gizi, keamanan, dan kenyamanan konsumsi bagi siswa selama Ramadan.