Example floating
Example floating
Politik

Isu Pecah Kongsi Gusnar–Idah Mengusik Publik, Noka: Elit Politik Jangan Bikin Gaduh

REDAKSI
198
×

Isu Pecah Kongsi Gusnar–Idah Mengusik Publik, Noka: Elit Politik Jangan Bikin Gaduh

Sebarkan artikel ini
Noldi Katili. FOTO IST

HESTEK.CO.ID — Isu dugaan pecah kongsi antara Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah mulai mengusik perhatian publik.

Menariknya, isu tersebut muncul di tengah mulai berkembangnya wacana politik Adhan Dambea–Idah Syahidah untuk menghadapi Pilgub Gorontalo mendatang.

Situasi ini kemudian memunculkan tanggapan beragam dari warga. Salah satunya datang dari warga Bone Bolango, Noldi Katili. Pria yang akrab disapa Noka ini mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat menarik kesimpulan.

Menurutnya, politik memang penuh kalkulasi. Tetapi kalau setiap wacana politik langsung dianggap sebagai tanda keretakan pemerintahan, maka politik bisa berubah menjadi sinetron yang episodenya tidak pernah selesai.

Baca Juga:  Ini Strategi SYAH Memutus Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan

Ia menilai, munculnya wacana Adhan–Idah memang tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik Gorontalo. Namun, wacana politik tetaplah wacana sampai benar-benar menjadi keputusan politik.

“Adhan–Idah itu baru wacana politik. Jangan karena ada wacana, lalu semua gerak Gusnar dan Idah dibaca sebagai kode-kode perpisahan. Lama-lama bukan lagi politik yang dianalisis, tetapi ekspresi wajah pejabat yang dianalisis,” ujarnya.

Noka juga mengingatkan bahwa pada 26 Agustus 2026, Gusnar dan Idah masih terlihat bersama memimpin rapat pimpinan Pemprov Gorontalo.

Baca Juga:  PPP Kota Gorontalo Mulai Panaskan Mesin, Bidik Pilwako 2029

“Jadi yang harus dibedakan itu fakta dengan tafsir. Kalau masih bekerja bersama, ya biarkan bekerja. Jangan karena Pilgub masih jauh, kita sudah sibuk membagi pasangan,” katanya.

Menurut Noka, rakyat justru membutuhkan pemerintah yang fokus bekerja, bukan elite yang terlalu cepat masuk dalam pertarungan politik berikutnya.

Ia pun melontarkan kritik tajam terhadap kegaduhan politik yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Rakyat tidak makan dari isu pecah kongsi. Rakyat juga tidak mendapatkan pekerjaan dari perang pernyataan siapa calon Gubernur berikutnya. Yang rakyat butuhkan adalah ekonomi bergerak, pembangunan berjalan, pelayanan publik membaik, dan pemerintah hadir,” katanya.

Baca Juga:  ASN Mendaftar Penjaringan Bakal Calon Bupati, Pengamat: Bertentangan dengan Moral

Noka pun dengan tegas mengingatkan para elite politik agar tidak tambrus (tambah-tambah urusan, red).

“Politik boleh dimainkan, tetapi rakyat jangan dijadikan penonton. Kalau elite sibuk mengurus kekuasaan, sementara rakyat sibuk mengurus kehidupan, itu namanya bukan lagi dinamika politik. Itu sudah tambrus,” pungkasnya.