Example floating
Example floating
Feature

Jejak Noldi Katili (Om Noka): Dari Aktivis Politik, Jurnalis, hingga Kembali ke Dunia Politik

REDAKSI
8
×

Jejak Noldi Katili (Om Noka): Dari Aktivis Politik, Jurnalis, hingga Kembali ke Dunia Politik

Sebarkan artikel ini
Sekretaris DPC PPP Bone Bolango, Noldi Katili (Om Noka). FOTO DOK

“Pena itu tidak pernah saya letakkan. Saya hanya memindahkannya ke medan perjuangan yang berbeda.”

KALIMAT itu seolah menggambarkan perjalanan hidup Noldi Katili. Di Gorontalo, banyak orang mengenalnya dengan sapaan akrab Om Noka.

Bagi sebagian masyarakat, ia adalah jurnalis yang kritis dan lugas. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum dikenal sebagai wartawan, Om Noka telah lebih dahulu menapaki dunia politik.

Di tengah semangat Reformasi 1998, ketika demokrasi Indonesia memasuki babak baru, Om Noka turut mengambil bagian dalam membangun organisasi politik. Ia dipercaya sebagai Sekretaris DPD Partai Keadilan Kabupaten Gorontalo periode 1999–2000.

Setahun kemudian, kepercayaan yang lebih besar diberikan kepadanya sebagai Sekretaris Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Gorontalo periode 2000–2004.

Pada masa itu, ia terlibat dalam membangun struktur organisasi, melakukan konsolidasi kader, serta memperkenalkan gagasan politik yang bersih, amanah, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinannya.

Baca Juga:  Kisah Pilu dari Gempa Palu

Namun perjalanan hidup membawanya ke pilihan yang berbeda. Ia meninggalkan politik praktis dan memilih dunia jurnalistik sebagai sarana perjuangannya.

Melalui profesi wartawan, Om Noka menyuarakan aspirasi masyarakat, mengawal jalannya pemerintahan, serta menyampaikan berbagai persoalan publik secara kritis, berimbang, dan bertanggung jawab.

Selama bertahun-tahun, ia mengabdikan diri di dunia pers. Dari ruang redaksi hingga pelosok desa, ia menulis ratusan bahkan ribuan berita tentang pembangunan, pemerintahan, politik, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Gorontalo. Ia percaya bahwa jurnalisme merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi.

Baca Juga:  Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

Namun semakin lama berada di lapangan, semakin kuat pula keyakinannya bahwa perubahan tidak hanya membutuhkan kritik dan pengawasan, tetapi juga keterlibatan langsung dalam proses pengambilan kebijakan.

Pertanyaan itu akhirnya mengantarkannya kembali ke dunia politik.

Bukan sebagai pendatang baru, melainkan sebagai sosok yang pernah ditempa oleh pengalaman organisasi politik dan kemudian diperkaya oleh perjalanan panjang sebagai jurnalis.

Kini Om Noka mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bone Bolango. Amanah tersebut dipandangnya bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai kesempatan untuk kembali mengabdi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik.

Pengalaman sebagai wartawan menjadi bekal berharga. Ia terbiasa mendengar sebelum berbicara, memverifikasi sebelum mengambil sikap, serta memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.

Baca Juga:  Kisah Pilu dari Gempa Palu

Sementara pengalaman politik di masa awal reformasi memberinya pemahaman bahwa membangun organisasi dan memperjuangkan aspirasi rakyat memerlukan kesabaran, integritas, dan kerja bersama.

Perjalanan Om Noka menunjukkan bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai jalan. Politik dan jurnalistik mungkin memiliki peran yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama bertujuan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dulu ia memperjuangkan suara rakyat melalui berita. Kini ia berupaya memperjuangkannya melalui kerja-kerja politik.

Bagi Om Noka, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang berganti profesi. Yang terpenting adalah menjaga integritas, konsisten pada nilai-nilai yang diyakini, dan terus hadir untuk masyarakat.

Jejak pengabdian itu masih terus berlanjut. Waktu akan menjadi saksi, dan masyarakatlah yang pada akhirnya akan menilai setiap langkah yang telah ditempuhnya. ***