Example floating
Example floating
News

Desain Medali GHM 2025 Diprotes, Warganet Soroti Penulisan Nama Gusnar Ismail

Admin
277
×

Desain Medali GHM 2025 Diprotes, Warganet Soroti Penulisan Nama Gusnar Ismail

Sebarkan artikel ini
Postingan mendali GHM 2025 yang mendapatkan sorotan warganet. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Peluncuran desain medali Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 mendapat sorotan tajam dari warganet.

Melalui unggahan di akun Instagram @gorontalohalfmarathon2025, panitia menampilkan tampilan resmi medali untuk 3 kategori.

Namun alih-alih menuai pujian, desain tersebut justru memicu gelombang protes dari publik.

Dalam kolom komentar, banyak warganet menyoroti penulisan nama ‘Gusnar Ismail’ pada medali. Mereka keberatan dan menyebut penulisan nama tidak tepat.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Fakta Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei, Motif Balas Dendam

“Lain kali kalau mau buat event coba gandeng komunikasi lari… kasihan so banyak orang jauh yang mau datang, lia kamari medali ada Depe nama,” tulis salah satu warganet yang menyoroti keberadaan nama individu dalam medali lomba.

Komentar tersebut merujuk pada protes bahwa sebuah ajang lari umum seharusnya tidak menampilkan nama seseorang pada medali yang akan diterima seluruh peserta.

Baca Juga:  Ini 3 Nama Calon Pj Gubernur Usulan Deprov Gorontalo ke Kemendagri

Sejumlah komentar lainnya mempertanyakan alasan panitia mencantumkan nama tersebut, hingga menimbulkan kesan bahwa medali tidak bersifat netral.

Warganet bahkan mendorong panitia melakukan revisi sebelum produksi final medali dilakukan.

“Bomalalai, ini medali untuk peserta semua, bukan khusus orang tertentu,” tulis akun lain yang ikut memprotes.

Baca Juga:  APBD Bone Bolango Hampir Rp1 Triliun, Ismet Mile Ingatkan OPD Hati-hati Kelola Anggaran

Selain soal nama, peserta juga menyoroti beberapa aspek lain seperti perbedaan warna medali setiap kategori, hingga detail visual desain.

Hingga berita ini diterbitkan, panitia belum memberikan klarifikasi resmi terkait kritikan tersebut.

Unggahan tersebut terus dipadati reaksi dan menjadi diskusi hangat di kalangan pelari dan masyarakat Gorontalo yang menantikan penyelenggaraan GHM 2025.