Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & KriminalNews

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Naik ke Tahap Penyidikan

REDAKSI
3
×

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Naik ke Tahap Penyidikan

Sebarkan artikel ini
Andrie Yunus. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Polisi telah meningkatkan status perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, ke tahap penyidikan.

“Sudah (naik penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (15/3/2026).

Dalam perkara tersebut, polisi menyebut telah menemukan indikasi adanya tindak pidana, yakni terkait Pasal 467 ayat (2) KUHP dan Pasal 468 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Bank-Bank Besar di Indonesia Disebut Jadi Penyokong Dana Kerusakan Hutan

Roby mengatakan, saat ini penyidik masih terus melakukan proses penyidikan, termasuk mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras tersebut.

“(Pelaku) masih kita identifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga:  KPU Kabupaten Gorontalo Harap Media Massa Kawal Tahapan Pemilu 2024

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:  Dugaan Penipuan Sewa Lalu Gadaikan Mobil, Warga Tibawa Ini Terancam Dipolisikan

Dimas juga mengungkap ciri-ciri terduga pelaku. Pelaku pertama disebut mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Sementara itu, pelaku kedua yang diduga sebagai penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.