Example floating
Example floating
Hukum & KriminalNews

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Naik ke Tahap Penyidikan

REDAKSI
208
×

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Naik ke Tahap Penyidikan

Sebarkan artikel ini
Andrie Yunus. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Polisi telah meningkatkan status perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, ke tahap penyidikan.

“Sudah (naik penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (15/3/2026).

Dalam perkara tersebut, polisi menyebut telah menemukan indikasi adanya tindak pidana, yakni terkait Pasal 467 ayat (2) KUHP dan Pasal 468 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Dugaan Penggelapan Tangki 500 KL, Kuasa Hukum RST Balik Polisikan Habibi

Roby mengatakan, saat ini penyidik masih terus melakukan proses penyidikan, termasuk mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras tersebut.

“(Pelaku) masih kita identifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga:  PPP Kota Gorontalo Mulai Panaskan Mesin, Bidik Pilwako 2029

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Dimas juga mengungkap ciri-ciri terduga pelaku. Pelaku pertama disebut mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Baca Juga:  Korupsi Pengadaan Buku, Oknum Kadis di Kab. Gorontalo Ditetapkan Tersangka

Sementara itu, pelaku kedua yang diduga sebagai penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.