Example floating
Example floating
Liputan Khusus

DPRD Gorontalo Turun Tangan Selesaikan Polemik Penarikan Kendaraan oleh Leasing

Admin
202
×

DPRD Gorontalo Turun Tangan Selesaikan Polemik Penarikan Kendaraan oleh Leasing

Sebarkan artikel ini
Rapat Gabungan Komisi I dan II DPRD Gorontalo Bahas Keluhan Masyarakat soal Leasing. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat kerja gabungan Komisi I bidang Hukum dan Pemerintahan bersama Komisi II bidang Ekonomi dan Keuangan, Selasa (9/9/2025).

Rapat yang berlangsung di ruang Dulohupa DPRD ini dipimpin Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, serta menghadirkan perwakilan kedua komisi, pihak perusahaan leasing Estadana Ventura Cabang Gorontalo, dan masyarakat pengadu.

Agenda rapat difokuskan pada tindak lanjut aduan masyarakat terkait mekanisme penarikan kendaraan, pembayaran angsuran, hingga pungutan denda dan biaya penarikan yang dinilai merugikan.

Baca Juga:  Pemkab Boalemo Perkuat Pengembangan Integrasi Tanam Jagung dan Sapi Potong

Dalam forum tersebut, sejumlah masyarakat menyampaikan keresahan atas prosedur penarikan kendaraan yang dianggap tidak sesuai aturan, serta adanya tambahan biaya yang dinilai membebani.

Baca Juga:  BKPSDM Bone Bolango Catat Skor 99,50 Indeks Kualitas Data ASN, Masuk Kategori Tinggi

Setelah mendengar keterangan kedua belah pihak, rapat berakhir dengan tercapainya mediasi awal. DPRD menegaskan bahwa fungsi lembaga legislatif adalah menjembatani aspirasi rakyat serta mendorong penyelesaian masalah secara adil dan proporsional.

Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan DPRD akan mengawal hasil mediasi hingga tuntas.
“Kami berkomitmen memastikan hak-hak masyarakat terlindungi. Masalah seperti ini harus diselesaikan dengan bijak dan sesuai aturan agar tidak merugikan pihak manapun,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Ismet Mile Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Utamakan Profesionalitas

Ia menambahkan, DPRD juga akan membuka ruang pengawasan lebih ketat terhadap praktik perusahaan pembiayaan di Gorontalo agar kasus serupa tidak kembali terulang.