HESTEK.CO.ID – Aktivitas konstruksi di Bandara Djalaluddin resmi dimulai, Jumat (20/2/2026), ditandai dengan seremoni pemecahan kendi yang dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama unsur Forkopimda dan otoritas bandara.
Pekerjaan tahap awal difokuskan pada penambahan luas apron serta pembangunan taxiway baru. Pengembangan ini bertujuan meningkatkan kapasitas parkir pesawat sekaligus memperlancar pergerakan di area sisi udara.
Proyek tersebut didukung anggaran dari Kementerian Perhubungan sekitar Rp40 miliar. Selain perluasan apron dan pembangunan taxiway, peningkatan kualitas runway hingga 2.500 meter direncanakan menjadi tahapan lanjutan penguatan infrastruktur bandara.
Sementara itu, Kepala Bandara Djalaluddin, Joko Harjani, memastikan pekerjaan konstruksi tidak berdampak pada jadwal penerbangan reguler. Ia menegaskan bahwa pengaturan teknis telah disiapkan agar aktivitas bandara tetap berjalan lancar.
“Area pekerjaan berada di zona pengembangan, bukan di jalur aktif pergerakan pesawat. Kami tetap mengedepankan aspek keselamatan dan telah menyampaikan notifikasi resmi kepada seluruh pengguna jasa penerbangan,” jelas Joko.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar kebandarudaraan.
“Semua tahapan wajib mengikuti SOP yang berlaku. Keselamatan dan keamanan operasional tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Target penyelesaian fisik proyek dijadwalkan pada November 2026. Dengan pengembangan ini, kapasitas layanan penerbangan di Gorontalo diharapkan semakin meningkat dan mampu menunjang kebutuhan transportasi udara masyarakat.













