Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Warga Keluhkan Persoalan TBC dan ODGJ, Hais Ayuwa Dorong Koordinasi Layanan Kesehatan

REDAKSI
2
×

Warga Keluhkan Persoalan TBC dan ODGJ, Hais Ayuwa Dorong Koordinasi Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Persoalan kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hais Ayuwa, bersama konstituen Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo A di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga, Senin (2/11/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat pada Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 tersebut, warga menyampaikan perhatian terhadap persoalan tuberkulosis (TBC), Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta kebutuhan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat penderita TBC yang mengalami keterbatasan ekonomi. Selain akses pelayanan kesehatan, warga juga mengharapkan adanya dukungan pemberdayaan ekonomi dan bantuan usaha agar keluarga yang terdampak dapat tetap memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga:  Jasa Raharja Gorontalo Salurkan Santunan Kecelakaan Rp10,5 Miliar Sepanjang 2025

Hais Ayuwa menegaskan pentingnya koordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, serta instansi terkait untuk memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan yang diperlukan.

Ia juga menyoroti persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan agar masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga perlu didukung perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Selain persoalan kesehatan, masyarakat turut menyampaikan berbagai kebutuhan lainnya, termasuk bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Hais menjelaskan bahwa pemerintah memiliki sejumlah program bantuan yang dapat diakses masyarakat, seperti bantuan UMKM melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan serta bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) melalui Dinas Sosial.

Baca Juga:  Ini Pesan Hendriwan Pada Workshop Pemanfaatan Aplikasi SIRUP dan SISWASP3DN

Ia menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan berdasarkan desil kesejahteraan agar program pemerintah tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.

Dalam kesempatan tersebut, Hais juga menjelaskan bahwa masyarakat maupun kelompok usaha dapat mengusulkan program pemberdayaan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dengan mengikuti mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

Hais menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi perhatian dan diupayakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai kewenangan DPRD.

Ia berharap kegiatan reses dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga persoalan yang dihadapi warga, khususnya menyangkut kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pelayanan publik, dapat memperoleh perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga:  Dari Teh Herbal hingga Saraba Bubuk, KKN UNG Talumelito Berdayakan Masyarakat

Sementara itu, Koordinator Lapangan Dapil III Gorontalo A, Akristianto Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat selama delapan hari, mulai 2 hingga 11 November 2026.

Menurutnya, reses menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan, baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, maupun pembangunan infrastruktur.

Kegiatan reses di Desa Lupoyo ini merupakan bagian dari agenda Hais Ayuwa di Dapil III Kabupaten Gorontalo A yang akan berlangsung hingga 11 November 2026.