Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
Peristiwa

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Telan Ratusan Korban Tewas, Ini Kronologi versi Polisi

Admin
432
×

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Telan Ratusan Korban Tewas, Ini Kronologi versi Polisi

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. [ANTARA FOTO]

HESTEK.CO.ID – Pihak Kepolisian menyatakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam bermula sekitar pukul 21.58 WIB, atau tak lama setelah wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afianta mengatakan, saat itu para suporter Arema FC melempari pemain dan offisial Persabaya Surabaya saat masuk ke ruang ganti. Massa melemparkan botol bekas air mineral dan benda lainnya.

Saat itu, tuan rumah Arema FC harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya meski bermain di kandang sendiri dengan skor 2-3.

Kemudian, saat pemain Arema dan offisial hendak meninggalkan lapangan menuju ruang ganti, ratusan suporter merangsek masuk ke dalam lapangan.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Turki Diprediksi Tembus 10 Ribu Orang

“Suporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan offisial Arema FC, oleh petugas keamanan dilindungi dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain,” kata Nico, dalam keterangannya, diterima Suara.com, Minggu (2/10/2022).

Massa Aremania disebut semakin banyak yang masuk ke dalam lapangan. Kata Nico, berupaya menyerang pihak keamanan. Saat itu, Nico mengklaim pihaknya telah memperingati para suporter, namun peringatan itu tidak dihiraukan.

“Kemudian aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter Aremania yang menyerang tersebut,” katanya.

Penyerangan itu, kata Nico, tidak sampai di situ, para suporter disebut sempat menyerang kendaraan yang membawa pemain dan official Pesebaya yang saat itu hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan menggunakan kendaraan taktis (Rantis).

Baca Juga:  Medan Sulit Tak Jadi Halangan Tim Gabungan Evakuasi Korban Longsor di Suwawa Timur

“Suporter Arema menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruha serta melempari kendaraan rombongan dengan paving blok, botol air mineral, batu, kayu dan lain lain,” beber Nico.

Massa yang mengamuk juga merusak dua mobil Patwal Sat Lantas dan membakar satu truk Brimob dan dua mobil yang terparkir di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan. Polisi merespons tindakan massa tersebut dengan menembakan gas air untuk mengurainya.

Baca Juga:  Gorontalo Terdampak Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 8,7 di Rusia

Buntut dari insiden ini 130 orang meninggal dunia, sementara 180 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai informasi, ribuan Aremania (Supporter Arema) menerobos masuk ke dalam stadion Kanjuruhan Malang, usai Arema Malang kalah 2-3 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang.

Usai wasit meniup peluit panjang, suporter Arema Malang merangsek masuk sebagai tanda kekecewaan terhadap tim mereka.

Untuk mengurai massa, aparat kepolisan menembakan gas air mata. Alih-alih membubarkan massa yang berada di dalam stadion, tembakan gas air mata itu malah membuat supporter yang berada di atas tribun stadion berjatuhan. Total 130 supporter dinyatakan tewas lantaran hal tersebut.

Source : Suara.com
Example 300x600