Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
News

Dugaan Nepotisme di Balik RUPS BSG, Manuver Gubernur Gusnar Ismail Tuai Sorotan

REDAKSI
1111
×

Dugaan Nepotisme di Balik RUPS BSG, Manuver Gubernur Gusnar Ismail Tuai Sorotan

Sebarkan artikel ini
Logi Bank SulutGo. Foto Istimewa

HESTEK.CO.ID – Jelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank SulutGo (BSG) yang akan digelar pada 9 April 2025, muncul kabar yang mengundang gelombang protes dari berbagai kalangan.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, diduga kuat tengah mengupayakan agar anak mantunya diloloskan sebagai Komisaris di bank daerah tersebut. Sebuah manuver yang dianggap sarat kepentingan pribadi dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan milik daerah.

Tokoh masyarakat Gorontalo, Man’ut Ishak—mantan Koordinator Presiden BEM Gorontalo—angkat bicara dengan nada keras. Ia mengecam keras dugaan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk nyata penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga:  Sengketa lahan Bandara Djalaluddin Gorontalo, Aktivitas Penerbangan Terganggu?

“Ini bukan sekadar etika yang dilanggar, ini sinyal kuat dari upaya menjadikan institusi publik sebagai alat pemuas kepentingan keluarga. Mengusulkan anak menantu sendiri untuk jabatan strategis adalah wajah paling vulgar dari nepotisme,” tegas Man’ut dalam pernyataannya, Senin (8/4/2025).

Baca Juga:  Terkait Tudingan Tidak Profesional Dalam Proses Seleksi PPS, Ini Penjelasan KPU Kab. Gorontalo

Menurutnya, posisi Komisaris Bank SulutGo bukan sekadar jabatan formalitas, melainkan fungsi vital dalam pengawasan, arah kebijakan, dan pengelolaan dana publik. Ketika jabatan strategis seperti ini diisi berdasarkan kedekatan keluarga, bukan kompetensi dan integritas, maka kehancuran sistem tinggal menunggu waktu.

“Bank SulutGo mengelola uang rakyat, bukan kas keluarga Gubernur. Jika seorang kepala daerah menggunakan posisinya untuk menempatkan anggota keluarganya sendiri dalam struktur kekuasaan ekonomi daerah, maka kita sedang menyaksikan institusi publik dijadikan warisan keluarga,” katanya tajam.

Baca Juga:  Tertutup Awan Tebal, Hilal 1 Syawal 1446 H di Gorontalo Gagal Terlihat

Man’ut pun mendesak para pemegang saham—termasuk para bupati/wali kota di Sulawesi Utara dan Gorontalo—untuk tidak tunduk pada tekanan politik. Ia mengingatkan bahwa diam adalah bentuk persetujuan atas praktik korup kekuasaan.

“Kalau ini dipaksakan, maka saya menyerukan seluruh kepala daerah untuk melawan. Boikot proses tersebut. Jangan biarkan Bank SulutGo menjadi perusahaan keluarga Gubernur Gorontalo,” tandasnya.

Example 300x600