Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
News

Selamat dari Laut Lepas, 21 Nelayan Dievakuasi KN SAR 216 ke Gorontalo

Redaksi
78
×

Selamat dari Laut Lepas, 21 Nelayan Dievakuasi KN SAR 216 ke Gorontalo

Sebarkan artikel ini
21 ABK selamat dalam insiden tenggelam kapal nelayan Nazila 05 di perairan Taliabu. FOTO:JUNA/HESTEK

HESTEK.CO.ID — Tim SAR gabungan berhasil menemukan 21 nelayan dalam kondisi selamat setelah kapal Nazila 05 yang mereka tumpangi tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Maluku Utara. Para korban diketahui bertahan di laut selama belasan jam sebelum akhirnya dievakuasi.

KN SAR 216 yang dikerahkan dari Gorontalo membawa seluruh korban dan sandar di Pelabuhan Gorontalo pada Selasa (31/3/2026) pukul 20.19 WITA.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengatakan kapal sebelumnya berlayar dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Sulawesi Utara, pada Senin (30/3) sekitar pukul 18.00 WIT. Namun di tengah perjalanan, cuaca buruk menyebabkan kerusakan serius pada kapal.

Baca Juga:  DPRD dan Pemprov Gorontalo Setujui Perubahan Kedua Perda Tentang Struktur Perangkat Daerah

“Sekitar pukul 03.30 WIT kapal mengalami gangguan akibat cuaca. Setengah jam kemudian dilaporkan tenggelam dan seluruh ABK menyelamatkan diri menggunakan rakit,” kata Heriyanto.

Operasi pencarian dipimpin Kantor SAR Palu dengan melibatkan sejumlah armada. KN SAR Bhisma lebih dulu bergerak dari Luwuk menuju lokasi kejadian dan langsung melakukan pencarian setibanya di area. Sementara itu, KN SAR 216 diberangkatkan dari Gorontalo pada pukul 21.00 WITA untuk memperkuat upaya pencarian.

Baca Juga:  Pemkab Bonebol dan Minsel Jalin Kerja Sama Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Setibanya di lokasi pada dini hari, tim SAR melakukan penyisiran berdasarkan koordinat awal. Namun korban tidak ditemukan di titik tersebut. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan mengacu pada pembaruan posisi hingga akhirnya seluruh korban ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIT, sekitar 20 mil laut dari titik awal laporan.

“Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian lanjutan di koordinat berbeda. Mereka bertahan di laut kurang lebih 13 jam,” ujarnya.

Data awal sempat menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 27 orang. Namun setelah dilakukan pengecekan, enam orang tidak ikut berlayar sehingga total korban berjumlah 21 orang.

Baca Juga:  Mangkrak dan Terbengkalai, Proyek Jalan di Pentadio Barat Disorot

Seluruh korban merupakan nelayan asal Desa Kema, Sulawesi Utara. Kondisi mereka dilaporkan stabil, meski kapten kapal mengalami gangguan pada bagian kaki akibat suhu dingin selama berada di laut. Penanganan medis telah diberikan oleh tim kesehatan pelabuhan.

Setelah proses evakuasi, para korban akan dijemput oleh pihak perusahaan dari Manado untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal.

Kejadian ini menjadi perhatian bagi para nelayan agar lebih memperhitungkan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan.