Example floating
Example floating
Example 728x250
Liputan KhususNews

Reses Bernuansa Religius, Ramdan Liputo Libatkan Penghafal Al-Qur’an dan Dorong UMKM Sambut PENAS

REDAKSI
6
×

Reses Bernuansa Religius, Ramdan Liputo Libatkan Penghafal Al-Qur’an dan Dorong UMKM Sambut PENAS

Sebarkan artikel ini
Reses Bernuansa Religius, Ramdan Liputo Libatkan Penghafal Al-Qur’an dan Dorong UMKM Sambut PENAS. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PKS, Ramdan D. Liputo, berlangsung dengan nuansa religius dan berbeda dari biasanya. Kegiatan masa persidangan kedua tahun 2025–2026 itu digelar pada Jumat (6/2/2026) di Gedung Guru (eks Kantor BPKB Provinsi Gorontalo), Desa Pentadio Timur.

Jika umumnya reses dihadiri tokoh masyarakat dan aparat desa, kali ini Ramdan secara khusus menghadirkan para penghafal Al-Qur’an sebagai peserta. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang serap aspirasi, tetapi juga sarana dialog keumatan yang bernilai spiritual dan sosial.

Menjelang bulan suci Ramadan, Ramdan mengatakan momentum reses dimanfaatkan untuk memberikan dorongan moral dan spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi penghafal Al-Qur’an.

“Penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan mulia dan peran penting dalam pembentukan karakter sosial umat. Momentum ini harus menjadi penguat semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya kepada awak media.

Aspirasi Ekonomi Umat Mengemuka

Dalam sesi dialog, terungkap bahwa sebagian besar peserta tidak hanya aktif sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka menyampaikan kebutuhan akan informasi, akses permodalan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh santri dan jamaah.

Isu pemberdayaan ekonomi umat pun menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut.

Dorong UMKM Manfaatkan Momentum PENAS KTNA

Pada kesempatan itu, Ramdan turut menyampaikan informasi terkait persiapan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) KTNA tingkat nasional. Provinsi Gorontalo dipercaya sebagai tuan rumah, dengan Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi utama kegiatan berskala nasional tersebut.

Ia mengajak seluruh peserta untuk turut menyukseskan agenda tersebut, sekaligus melihatnya sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Ramdan, kehadiran sekitar 36.000 peserta PENAS di Gorontalo akan meningkatkan kebutuhan konsumsi, penginapan, dan layanan pendukung lainnya. Karena itu, rumah-rumah warga yang layak huni didorong untuk disiapkan sebagai homestay, sementara pelaku UMKM diharapkan mempersiapkan produk unggulan mereka sejak dini.

“Ini bukan sekadar agenda seremonial. Kalau disiapkan dengan baik, momentum ini bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat lokal,” tegas aleg muda PKS tersebut.

Melalui reses bernuansa religius ini, Ramdan menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan aspirasi keumatan dengan agenda pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah pemilihannya.