HESTEK.CO.ID – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, kini berujung duka.
Ayah korban meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) malam, setelah sebelumnya sempat mendampingi anaknya menjalani pemeriksaan dan visum di rumah sakit.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Desa berinisial K saat diwawancarai, Sabtu (26/9/2026).
Menurut K, ayah korban sebelumnya mendampingi korban menjalani proses pemeriksaan dan visum. Setelah proses tersebut selesai, ayah korban kemudian meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumahnya di Kecamatan Telaga Biru.
Tak lama kemudian, keluarga mendapat informasi mengenai kondisi ayah korban. Ia selanjutnya kembali dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
K mengatakan, ayah korban sebelumnya terlihat gelisah selama proses penanganan perkara yang dialami anaknya.
“Memang stres itu dia. Pada saat di Polda maupun apa itu kan gelisah terus dia,” ujar K.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, kondisi ayah korban kemudian memburuk hingga meninggal dunia sekitar pukul 21.00 Wita.
Jenazah ayah korban kemudian dimakamkan pada Sabtu (26/9/2026).
Sementara itu, perkara dugaan kekerasan seksual terhadap korban masih ditangani Polda Gorontalo.
Kasus tersebut dilaporkan keluarga korban setelah mengetahui kejadian yang diduga berlangsung pada Rabu malam (23/9/2026) di salah satu rumah kosong di Kecamatan Telaga Biru.
Sekretaris Desa berinisial R sebelumnya membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, keluarga korban awalnya menyampaikan laporan kepada pemerintah desa sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.
“Sudah diminta keterangan korban dengan pelaku. Sementara ini BAP di Polda,” ujar R saat diwawancarai, Jumat (25/9/2026).
Dalam perkara tersebut, tiga anak yang seluruhnya masih di bawah umur telah menjalani pemeriksaan. Mereka kemudian disebut telah dipulangkan untuk dititipkan kepada pihak tertentu.
Penyidik juga disebut telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon seluler yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Terkait kondisi korban, K mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan kondisi psikologis anak tersebut secara medis.
Ia menyebut korban cukup terbuka ketika dimintai keterangan mengenai kejadian yang dialaminya.
“Korban ini masih polos. Setiap orang bertanya, dia mau cerita dari awal sampai akhir, dari kejadian yang dia alami,” kata K.
Namun, K menegaskan pihaknya tidak dapat menyimpulkan kondisi psikologis korban karena hal tersebut merupakan ranah keluarga dan tenaga profesional.
Hingga berita ini diterbitkan, HESTEK.CO.ID masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Polda Gorontalo terkait perkembangan penyidikan dan status hukum pihak-pihak yang diperiksa.
Keterangan resmi kepolisian juga masih diperlukan terkait informasi mengenai meninggalnya ayah korban.












