Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
News

Prabowo Tegaskan Siap Berantas Tambang dan Sawit Ilegal, Rp300 Triliun Kekayaan Negara Terancam

Admin
321
×

Prabowo Tegaskan Siap Berantas Tambang dan Sawit Ilegal, Rp300 Triliun Kekayaan Negara Terancam

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik pertambangan tanpa izin (PETI) serta perkebunan kelapa sawit ilegal yang merugikan negara ratusan triliun rupiah.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Prabowo menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak berpengaruh yang berada di balik operasi ilegal tersebut.

“Tidak peduli apakah ada orang besar, tokoh kuat, bahkan jenderal aktif atau purnawirawan, kami akan bertindak atas nama rakyat,” tegas Prabowo.

Baca Juga:  Penrem 133/Nani Wartabone Gelar Syukuran Peringatan HUT ke-74 Penerangan TNI AD

Prabowo juga menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk tidak ragu menurunkan pasukan dalam menghadapi perlawanan dari kelompok yang melindungi tambang dan kebun ilegal. Bahkan, ia meminta pasukan dari luar daerah dikerahkan untuk menghindari adanya keterlibatan aparat setempat.

Baca Juga:  Kepengurusan Delapan Parpol Dilakukan Verifikasi Faktual oleh KPU Kab. Gorontalo

“Kalau ada yang berani melindungi, saya perintahkan gunakan pasukan dari provinsi lain. Jangan-jangan ada anak buahmu terlibat di kebun itu,” ujarnya.

Menurut data yang diterimanya, terdapat 1.063 tambang ilegal yang tidak tercatat di Kementerian ESDM. Dari jumlah itu, potensi kerugian negara ditaksir mencapai minimal Rp300 triliun.

“Angka Rp300 triliun itu hanyalah hitungan awal. Besarnya kerugian negara bisa jauh lebih besar,” kata Prabowo.

Baca Juga:  Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Gorontalo Dipimpin Yolan Polontalo

Selain tambang, Prabowo menyoroti keberadaan perusahaan sawit yang seharusnya sudah disita sejak 18 tahun lalu usai vonis inkrah, namun hingga kini lahan tersebut tidak pernah benar-benar dikuasai negara.

Ia menegaskan sudah memerintahkan penggunaan pasukan TNI untuk mengamankan pengambilalihan kembali lahan bermasalah tersebut.

“Kalau ada yang berani melawan pemerintah NKRI, ya kita hadapi. Tidak boleh ada kompromi terhadap pihak yang merampas hak negara,” tandasnya.

Example 300x600