GORONTALO — Bulan Zulhijah selalu menjadi momentum yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Di saat para jemaah haji sedang berkumpul di Padang Arafah, umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji sangat dianjurkan untuk menghidupkan hari tersebut dengan melaksanakan Puasa Arafah.
Ibada sunah yang jatuh setiap tanggal 9 Zulhijah ini menyimpan limpahan pahala dan keberkahan yang sangat menyayangkan untuk dilewatkan.
Menjalankan ibadah ini tidak hanya menuntut ketahanan fisik dari fajar hingga magrib, tapi penghayatan spiritual yang mendalam, termasuk saat menyambut momen berbuka.
Berbuka puasa adalah salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Agar ibadah Anda berjalan dengan sempurna dan meraih pahala optimal, berikut adalah ulasan lengkap mengenai bacaan doa buka Puasa Arafah beserta deretan keutamaan besarnya.
Bacaan Doa Buka Puasa Arafah
Secara umum, bacaan doa yang digunakan untuk membatalkan Puasa Arafah sama dengan doa buka puasa pada umumnya, seperti Puasa Ramadan atau Puasa Senin-Kamis.
Anda dapat melafalkan salah satu dari dua pasase doa sahih yang populer di bawah ini:
Doa Riwayat Imam Bukhari dan Muslim
“Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa Riwayat Abu Dawud (Sesuai Sunah Nabi)
Doa ini dibaca setelah kita membatalkan puasa dengan meminum air atau memakan kurma:
“Dzahabadz-dzama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Deretan Keutamaan Agung Puasa Arafah
Meluangkan waktu satu hari untuk menahan lapar dan dahaga di hari Arafah akan diganjar dengan kompensasi spiritual yang luar biasa oleh Allah SWT.
Berikut beberapa keutamaan utamanya berdasarkan hadis-hadis sahih.
1. Menghapuskan Dosa Selama Dua Tahun
Ini adalah keutamaan paling masif yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan umat Muslim.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa Puasa Arafah memiliki kekuatan spiritual untuk melebur dosa-dosa kecil yang dilakukan setahun lalu dan setahun yang akan datang.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Nabi SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar Dia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
2. Dibebaskan dari Siksa Api Neraka
Hari Arafah adalah hari di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari belenggu siksa api neraka dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam setahun.
Menjalankan puasa pada hari tersebut menjadi ikhtiar dan perisai terbaik agar nama kita tercatat sebagai golongan hamba yang diselamatkan dari api neraka.
3. Mengikuti Sunah yang Sangat Ditekankan (Sunah Muakkadah)
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah, termasuk hari Arafah.
Dengan menjalankannya, kita telah membuktikan kecintaan dan ketaatan dalam menghidupkan sunah naqliyah yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi.
4. Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa
Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah.
Terlebih lagi, momen menjelang berbuka puasa adalah waktu di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Manfaatkan detik-detik krusial tersebut untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, serta kelancaran urusan dunia dan akhirat.







