HESTEK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat langkah untuk mempercepat pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu.
Selain menyiapkan aspek teknis dan regulasi, Pemkab Bone Bolango kini intensif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang dukungan terhadap pembangunan akses strategis tersebut.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni melakukan audiensi dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Pertemuan ini diharapkan membuka ruang dukungan dan intervensi pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan yang dinilai vital bagi konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bone Bolango.
Audiensi dilakukan Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, dan jajaran dengan Kepala BSKDN Republik Indonesia, Suharyono Huntoyungo, di Kantor BSKDN Kemendagri, Rabu (12/8/2026).
Yusbar Ismail mengatakan, pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu memiliki arti yang lebih besar dibanding sekadar pembangunan infrastruktur fisik.
Menurutnya, terbukanya akses menuju Pinogu akan berdampak terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, pelayanan pemerintahan, hingga pengembangan potensi ekonomi wilayah.
“Yang kita dorong bukan hanya pembangunan jalan, tetapi bagaimana membuka akses dan menghadirkan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Pinogu. Karena ketika akses terbuka, mobilitas masyarakat, distribusi barang, pelayanan pemerintah, hingga aktivitas ekonomi akan ikut bergerak,” ujar Yusbar.
Dorong Dukungan Pemerintah Pusat
Yusbar menjelaskan, karakter geografis Kecamatan Pinogu dengan tantangan akses yang cukup kompleks membuat pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu membutuhkan sinergi lintas pemerintahan.
Karena itu, Pemkab Bone Bolango terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.
“Kita memahami bahwa pembangunan ini membutuhkan dukungan dan kerja bersama. Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi, menyampaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan, sehingga ada langkah konkret yang bisa kita dorong bersama untuk mempercepat pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu,” jelasnya.
Menurut Yusbar, komunikasi dengan pemerintah pusat menjadi bagian dari strategi daerah agar kebutuhan pembangunan Pinogu dapat memperoleh perhatian lebih luas dan tidak berhenti pada perencanaan di tingkat daerah.
Infrastruktur untuk Buka Potensi Pinogu
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, mengatakan pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu memiliki keterkaitan erat dengan agenda pemerataan pembangunan daerah.
Menurutnya, konektivitas wilayah menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi kesenjangan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
“Jalan Tulabolo–Pinogu kita lihat sebagai bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan. Infrastruktur ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat, karena aksesibilitas sangat menentukan bagaimana potensi suatu wilayah bisa berkembang,” jelas Sri Mulyani.
Ia mengatakan, keberadaan akses jalan yang memadai berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan pemerintahan.
Karena itu, pembangunan jalan tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka perencanaan yang terintegrasi agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek.
“Kami di Bappeda terus memastikan kebutuhan pembangunan ini masuk dalam kerangka perencanaan daerah secara terukur. Di saat yang sama, kami membuka ruang koordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan terhadap pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu dapat semakin kuat,” ujarnya.
Sri Mulyani menambahkan, dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat realisasi pembangunan, terutama dengan mempertimbangkan kebutuhan anggaran dan kompleksitas pekerjaan di kawasan tersebut.
Audiensi dengan BSKDN Kemendagri pun diharapkan menjadi bagian dari rangkaian langkah strategis Pemkab Bone Bolango dalam mengawal pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu hingga terealisasi.
Pembangunan akses tersebut diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat Pinogu, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi percepatan pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi wilayah yang selama ini terkendala keterbatasan akses.












