Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Bukan Cuma Soal Darah, PMI Bone Bolango Kini Didorong Hadir Saat Warga Dilanda Krisis

Admin
4
×

Bukan Cuma Soal Darah, PMI Bone Bolango Kini Didorong Hadir Saat Warga Dilanda Krisis

Sebarkan artikel ini
Bukan Cuma Soal Darah, PMI Bone Bolango Kini Didorong Hadir Saat Warga Dilanda Krisis. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Ketika kekeringan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan kebakaran membutuhkan pasokan air di tengah keterbatasan armada, Palang Merah Indonesia (PMI) ikut mengambil peran di lapangan.

Peran tersebut menjadi penegasan bahwa kerja kemanusiaan PMI di Bone Bolango tidak hanya berkutat pada urusan donor dan ketersediaan darah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa saat menjadi pembina apel kerja Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 PMI di Lapangan Alun-Alun, Senin (21/9/2026).

Menurut Iwan, keberadaan PMI justru penting ketika masyarakat menghadapi situasi sulit yang membutuhkan respons cepat.

Saat kekeringan terjadi, PMI dapat membantu mendistribusikan air bersih. Begitu pula ketika kebakaran terjadi sementara kemampuan armada pemadam terbatas, PMI ikut membantu memenuhi kebutuhan air di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, PKS Dorong Langkah Diplomatik RI

“PMI bukan hanya urusan darah. Ketika ada kekeringan, PMI juga hadir. Ketika ada kebakaran, PMI juga membantu,” tegas Iwan.

Namun di tengah peran kemanusiaan tersebut, persoalan klasik soal ketersediaan darah masih menjadi pekerjaan rumah PMI Bone Bolango.

Ketua PMI Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile mengungkapkan, stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Bone Bolango masih kerap belum mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Dalam kondisi tertentu, keluarga pasien bahkan harus mencari pendonor hingga ke UTD Kota Gorontalo ketika membutuhkan golongan darah tertentu.

Persoalannya menjadi lebih menarik karena sebagian pendonor di UTD Kota Gorontalo justru berasal dari Bone Bolango. Di sisi lain, stok darah di UTD Bone Bolango masih dapat mengalami kekosongan.

Baca Juga:  Setuju Putusan MK, Bawaslu : Pemilu Serentak Rumit dan Membebani

Kondisi tersebut mendorong Ruwaida mengajak masyarakat, terutama kalangan pegawai, menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin.

Menurutnya, jika dari ribuan pegawai di Bone Bolango terdapat sedikitnya 100 orang yang rutin mendonorkan darah, jumlah tersebut sudah dapat memberikan kontribusi berarti bagi warga yang membutuhkan transfusi.

“Bagaimana kalau kita sendiri tidak minta-minta lagi di kota. Kita sendiri dari sini, dari Bone Bolango, yang membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Ruwaida mengingatkan, kebutuhan darah tidak mengenal waktu. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan transfusi dapat muncul secara mendadak, termasuk ketika seorang ibu menjalani proses persalinan.

Baca Juga:  Indeks Pendidikan di Boalemo Cakupan Pelayanan Rendah, Pemkab Boalemo Bakal Lakukan Ini

Karena itu, ia juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu menjadi pendonor. Donor darah, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh orang lain.

“Donor darah itu penting. Donor darah tidak akan membahayakan kita, tetapi akan lebih menyehatkan kita,” katanya.

Penguatan gerakan donor darah juga didorong melalui kegiatan Tim Penggerak PKK Bone Bolango. Setiap kegiatan PKK diupayakan dapat dirangkaikan dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemeriksaan golongan darah.

Dengan begitu, PMI Bone Bolango tidak hanya dituntut hadir ketika bencana atau kebutuhan darah muncul, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat sebelum situasi darurat terjadi.