Example floating
Example floating
News

Ratna Dewi Pettalolo Sebut 2024 Tahun Darurat Etika

REDAKSI
761
×

Ratna Dewi Pettalolo Sebut 2024 Tahun Darurat Etika

Sebarkan artikel ini
Anggota DKPP RI, Ratna Dewi Pettalolo. [Ist]

HESTEK.CO.ID – Etika menjadi isu utama dalam Pemilu tahun 2024. Hal itu merupakan bentuk atau bukti peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Anggota DKPP RI, Ratna Dewi Pettalolo, dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Sabtu (7/9/2024).

“Isu yang paling kencang pada Pemilu dan Pilkada tahun 2024 adalah soal etika dan moral. Jadi memang terjadi pergeseran isu,” kata Ratna Dewi Pettalolo.

Baca Juga:  Ramadan Berbagi, Jasin Dilo - Hamzah Idrus Bagikan 1.000 Paket Sembako dan Ajak 100 Anak Yatim Berbelanja

Sedangkan Pemilu 2019, kata Dewi, isu yang menguat terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta banyaknya penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia. Pada Pilkada tahun 2020, isu utama yang mengemuka adalah Covid-19.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) itu menuturkan, etika adalah hal yang sangat fundamental atau mendasar. Pandangannya, tahun 2024 ini merupakan tahun darurat etika termasuk bagi penyelenggara Pemilu.

Baca Juga:  Informasi Penertiban Bocor, Alat Berat Raib Saat Operasi PETI Pasir Putih Mootilango

Ratna Dewi menambahkan jumlah aduan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) hampir mencapai 500 aduan sepanjang Januari – Agustus 2024. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2023 sebanyak kurang lebih 485 aduan.

“Ternyata bukan hanya terkait Pemilu saja, termasuk juga etika Pemilu yang lebih luas mulai dari regulasi, penyelenggara negara, termasuk di dalamnya lembaga negaranya. Oleh karenanya bisa dikatakan tahun 2024 ini bisa dikatakan darurat etika,” bebernya.

Baca Juga:  Hadir di Penyambutan Adat Wali Kota Administrasi Jaksel, Ramdan Liputo Sampaikan Ini

Ratna Dewi menegaskan anggapan DKPP sebagai ‘malaikat pencabut nyawa’ penyelenggara Pemilu adalah keliru. Justru DKPP berada di garis terdepan dalam menjaga marwah penyelenggara Pemilu.

“Karena diluar banyak yang mencari-cari kesalahan (penyelenggara Pemilu), maka DKPP berada di garda terdepan menjaga marwah penyelenggara Pemilu,” tegasnya.