HESTEK.CO.ID — Komitmen Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di sektor pendidikan mulai diwujudkan melalui Program Berani Cerdas, sebuah kebijakan yang dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi generasi muda di daerah.
Program tersebut menjadi salah satu program prioritas Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido. Melalui Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan bantuan biaya pendidikan, termasuk menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Berani Cerdas bukan sekadar program bantuan pendidikan biasa. Sejak awal, program ini dirancang Anwar Hafid sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan persoalan biaya tidak menjadi alasan bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk menghentikan pendidikan di perguruan tinggi.
Gubernur Anwar Hafid bahkan menyebut Berani Cerdas sebagai salah satu kebijakan strategis untuk membangun sumber daya manusia Sulawesi Tengah.
Menurut Anwar, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
“Bukan hanya janji kampanye semata, tetapi sebuah upaya kita memajukan provinsi ini melalui sektor SDM,” tegas Anwar Hafid.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, Program Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 penerima dengan total alokasi anggaran lebih dari Rp84 miliar. Capaian tersebut kemudian menjadi dasar bagi Pemprov Sulteng untuk memperluas cakupan program pada 2026.
Tak berhenti pada jenjang sarjana, pemerintahan Anwar Hafid juga memperluas program tersebut hingga jenjang S2 dan S3. Namun, untuk jenjang pascasarjana, penerimaannya dilakukan secara lebih selektif dan diarahkan pada bidang keilmuan yang dinilai strategis bagi kebutuhan pembangunan daerah.
Bidang tersebut antara lain kedokteran spesialis, pertambangan, keperawatan, notariat, profesi insinyur, serta bidang keahlian strategis lainnya. Penerima beasiswa pascasarjana juga diwajibkan kembali mengabdi di Sulawesi Tengah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan program.
Untuk jenjang D3, D4 dan S1, Program Berani Cerdas masih dibuka pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Berdasarkan portal resmi Berani Cerdas, periode pendaftaran berlangsung hingga 30 November 2026.
Kebijakan tersebut memperlihatkan arah pemerintahan Anwar Hafid yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu instrumen utama pembangunan daerah.
Bagi mahasiswa penerima manfaat, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai untuk digunakan secara bebas. Pembiayaan pendidikan disalurkan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah bersama perguruan tinggi, termasuk untuk pembayaran UKT.
Di sejumlah perguruan tinggi, proses verifikasi dan validasi data mahasiswa dilakukan sebelum pembayaran UKT ditetapkan. Di UIN Datokarama Palu, misalnya, Pemprov Sulteng dan pihak kampus melakukan koordinasi untuk memastikan data calon penerima memenuhi persyaratan sebelum status pembayaran UKT mahasiswa diperbarui.
Bagi Anwar Hafid, keberadaan Berani Cerdas diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang memiliki pendidikan dan kompetensi.
Dengan kebijakan tersebut, program pendidikan gratis menjadi salah satu wajah utama pemerintahan Anwar Hafid dalam merealisasikan agenda 9 BERANI, khususnya pada sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Berani Cerdas, Pemprov Sulteng ingin memastikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tidak hanya menjadi milik mereka yang mampu secara ekonomi, tetapi juga terbuka bagi anak-anak daerah yang memiliki potensi dan memenuhi persyaratan program.






