Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
Liputan Khusus

Di Balik Penurunan Angka, Bone Bolango Waspadai “Fenomena Gunung Es” Kekerasan Anak

Redaksi
9
×

Di Balik Penurunan Angka, Bone Bolango Waspadai “Fenomena Gunung Es” Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial P3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo. FOTO:JUNA/HESTEK

HESTEK.CO.ID — Penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bone Bolango belum sepenuhnya menjadi indikator aman bagi kondisi perlindungan anak di daerah tersebut.

Berdasarkan data Simfoni, jumlah kasus tercatat turun dari 42 menjadi 32 dalam dua tahun terakhir. Namun, pemerintah daerah menilai angka itu berpotensi hanya menggambarkan sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial P3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo, menyebut kondisi ini sebagai tantangan serius dalam upaya perlindungan anak.

“Penurunan ini tetap kami apresiasi, tapi kami juga harus jujur bahwa masih ada kasus yang belum muncul ke permukaan,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan bimtek dan coaching clinic Kabupaten Layak Anak (KLA), Selasa (14/4/2026).

Baca Juga:  Kota Gorontalo Masuk 10 Besar Kota Pengendali Inflasi Terbaik

Ia menilai, masih adanya kasus yang tidak terlaporkan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rendahnya kesadaran melapor hingga faktor sosial di masyarakat.

Situasi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat sistem perlindungan anak melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, salah satunya lewat program KLA.

Tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, pemerintah daerah kini juga mendorong penguatan sistem pendataan dan pelaporan agar seluruh kejadian dapat teridentifikasi dengan lebih akurat.

Baca Juga:  Pansus LKPJ Deprov Gorontalo Konsultasi ke Kemendagri, Soroti Belanja Pegawai di Atas 40 Persen

Melalui kegiatan bimtek dan coaching clinic KLA, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk lebih aktif dalam menginput dan menyinkronkan data sesuai indikator nasional.

Dalam forum tersebut, peserta dibekali pemahaman teknis terkait lima klaster utama KLA, mulai dari hak sipil dan kebebasan hingga perlindungan khusus anak, sekaligus pelatihan penggunaan aplikasi pelaporan.

Menurut Oktavianita, langkah ini penting agar seluruh program dan intervensi yang telah dilakukan di daerah tidak hanya berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga tercatat dalam sistem penilaian nasional.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Respons Cepat Kebakaran Rumah Warga, Bantuan Disalurkan Sehari Setelah Kejadian

“Banyak kerja nyata yang sudah dilakukan. Tantangannya sekarang bagaimana itu semua bisa terdokumentasi dan terbaca dalam sistem,” katanya.

Bone Bolango sendiri saat ini berada pada kategori Madya sejak 2023. Untuk naik ke tingkat berikutnya, dibutuhkan pemenuhan ratusan indikator yang menuntut keterlibatan aktif seluruh sektor.

Pemerintah daerah pun menargetkan penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan masyarakat dan dunia usaha, guna menekan angka kekerasan sekaligus memastikan pemenuhan hak anak berjalan optimal.

“Harapannya, anak-anak di Bone Bolango tidak hanya terlindungi secara data, tetapi benar-benar merasakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Example 300x600