Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Bone Bolango Masuk 10 Besar Nasional Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Admin
4
×

Bone Bolango Masuk 10 Besar Nasional Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Bone Bolango Masuk 10 Besar Nasional Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Terbaik di Gorontalo. (Foto Ist)

HESTEK.CO.ID – Kabupaten Bone Bolango kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berkat berbagai terobosan dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, daerah yang dipimpin Bupati Ismet Mile berhasil menembus 10 besar nasional dalam capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone Bolango, Jumaidil, mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja.

“Alhamdulillah, Bone Bolango saat ini berada di peringkat 10 nasional dan menjadi peringkat pertama di Provinsi Gorontalo dalam cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Jumaidil, Jumat (29/05/2026).

Baca Juga:  Ariston Tilameo: Belanja Dikurangi, Program Prioritas Tetap Diakomodasi

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan triwulan pertama tahun 2026. Saat itu, Bone Bolango masih berada di posisi ke-19 nasional dengan tingkat kepesertaan sebesar 64,7 persen.

Memasuki triwulan kedua, angka kepesertaan meningkat menjadi 70,37 persen, sehingga mengantarkan Bone Bolango masuk dalam jajaran 10 besar nasional.

Jumaidil menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dijalankan pemerintah daerah. Sedikitnya terdapat tujuh program inovatif yang menjadi motor penggerak peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bone Bolango.

Program tersebut meliputi Jaksa Pelindung Pekerja, Gerakan ASN Peduli Pekerja, Gerakan CSR Peduli Pekerja Sekitar, perlindungan bagi pengurus UPZ dan mustahik, optimalisasi perlindungan badan usaha, UMKM, galian C dan BUMDes, perlindungan pekerja mandiri melalui PPPKW, hingga perlindungan tenaga outsourcing pemerintah daerah.

Baca Juga:  Gaji 13 ASN Pemkot Gorontalo Tahun 2023 Mulai Dibayarkan

Selain menjalankan berbagai program inovasi, pemerintah daerah juga rutin melakukan evaluasi bersama BPJS Ketenagakerjaan setiap triwulan guna memantau perkembangan jumlah peserta.

“Penilaiannya berdasarkan perbandingan antara jumlah pekerja yang wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah pekerja yang sudah terdaftar,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Menurut Jumaidil, program BPJS Ketenagakerjaan memiliki manfaat besar, khususnya bagi pekerja sektor informal yang jumlahnya cukup dominan di Kabupaten Bone Bolango.

“Mayoritas masyarakat kita bekerja secara mandiri. Karena itu kami terus mendorong mereka agar terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga mendapatkan perlindungan saat bekerja,” katanya.

Saat ini masih terdapat sekitar 25 ribu pekerja di Bone Bolango yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah pun menargetkan capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) mencapai 80 persen pada tahun 2026, sebelum menuju target 100 persen kepesertaan pekerja di Kabupaten Bone Bolango.