HESTEK.CO.ID – Sinkronisasi program dan kegiatan usulan aspirasi masyarakat dalam pembahasan KUA/PPAS APBD Induk 2027 turut menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Dulamayo Selatan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, meminta sejumlah usulan infrastruktur yang dinilai mendesak mendapat perhatian dalam penyusunan APBD 2027, salah satunya pembangunan tanggul di Dulamayo Selatan.
Hal tersebut disampaikan Espin saat mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait sinkronisasi program dan kegiatan usulan aspirasi masyarakat pada KUA/PPAS APBD Induk 2027 di Ruang Rapat Dulohupa DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Espin turut menyoroti kebutuhan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk sejumlah ruas jalan. Menurutnya, dokumen tersebut penting dipersiapkan sebagai salah satu persyaratan dalam pengusulan pembangunan jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“DED ini karena memang kita tidak memiliki lagi anggaran untuk pembangunan jalan, kecuali melalui IJD. Dalam IJD itu persyaratannya harus ada DED,” ujar Espin.
Ia mengatakan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah perlu mempersiapkan dokumen perencanaan sejak awal. Dengan tersedianya DED, pemerintah daerah dinilai akan lebih siap ketika terdapat peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Espin menyebut penyusunan DED dapat diarahkan untuk sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Namun, seluruh usulan tetap harus disesuaikan dengan nomenklatur program dan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, apabila terdapat ruang fiskal dalam APBD 2027, sejumlah usulan tersebut masih dapat dikembangkan dan dipertimbangkan dalam tahapan pembahasan KUA/PPAS.
Selain pembangunan jalan, Espin meminta perhatian khusus terhadap rencana pembangunan tanggul di Dulamayo Selatan. Ia menilai infrastruktur tersebut memiliki tingkat urgensi tinggi karena berkaitan dengan perlindungan fasilitas publik.
“Kalau kita tidak selamatkan, yang hancur di situ tempat ibadah dan juga puskesmas,” tegasnya.
Karena itu, Espin meminta usulan pembangunan tanggul tidak hanya dipertimbangkan berdasarkan ketersediaan anggaran, tetapi juga tingkat urgensi dan potensi dampaknya terhadap masyarakat.
Ia mendorong seluruh aspirasi yang masuk dalam pembahasan APBD 2027 dipetakan berdasarkan skala prioritas. Program yang menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik, menurutnya, perlu mendapat perhatian lebih.
“Ini yang harus dipilih, mana yang prioritas,” ujarnya.
Espin berharap proses sinkronisasi program dalam pembahasan KUA/PPAS APBD 2027 dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Khusus untuk Dulamayo Selatan, ia menilai pembangunan infrastruktur pelindung dan peningkatan akses jalan perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah karena berpotensi berkaitan langsung dengan keselamatan fasilitas umum serta pelayanan dasar masyarakat.












