HESTEK.CO.ID – Sebanyak 294 sambungan listrik baru dialokasikan untuk masyarakat Kabupaten Bone Bolango melalui Bantuan Pemasangan Listrik Baru (BPLB) yang bersumber dari APBN 2026.
Namun, kuota tersebut belum sepenuhnya terisi oleh usulan calon penerima. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kini mendorong kecamatan yang belum masuk dalam usulan untuk segera memetakan warga yang membutuhkan sambungan listrik.
Hal itu mengemuka dalam pembahasan Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Gorontalo.
Asisten III Administrasi Setda Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, hadir mewakili Bupati Bone Bolango Ismet Mile dalam pertemuan yang melibatkan Kementerian ESDM, PT PLN, Pemerintah Provinsi Gorontalo serta pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Pertemuan tersebut membahas penyelarasan kebutuhan serta usulan pengembangan akses listrik di wilayah perdesaan.
Ichsan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan PLN atas peluang perluasan akses listrik bagi masyarakat, termasuk di Bone Bolango.
Dari total 294 sambungan yang dialokasikan untuk Bone Bolango, saat ini terdapat usulan dari dua kecamatan, yakni Kabila Bone dan Bone Pantai. Keduanya mencakup delapan dusun.
Artinya, masih terdapat ruang bagi kecamatan lain untuk mengajukan calon penerima sehingga seluruh kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan.
“Untuk memenuhi kuota 294 sambungan ini, kami berharap kecamatan-kecamatan lainnya segera memasukkan usulan. Tentunya usulan tersebut nantinya akan mendapatkan rekomendasi dari Bapak Bupati selaku kepala pemerintahan daerah,” ujar Ichsan.
Menurutnya, percepatan pengusulan penting karena program tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang belum memperoleh akses listrik secara optimal.
Kehadiran listrik juga tidak lagi sebatas persoalan penerangan rumah. Akses listrik berkaitan dengan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, penggunaan teknologi hingga akses masyarakat terhadap informasi.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong kecamatan segera mengidentifikasi wilayah dan warga yang masih membutuhkan sambungan listrik.
Data calon penerima menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pemerintah ingin memastikan bantuan yang diusulkan benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan mekanisme program.
Pemkab Bone Bolango menyatakan siap mendukung proses tersebut melalui penyediaan data, koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta komunikasi dengan pihak terkait.
Program Listrik Perdesaan 2026–2029 diharapkan dapat memperluas pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan kawasan yang masih menghadapi keterbatasan layanan.
Dengan kuota 294 sambungan yang telah dialokasikan, pemerintah daerah kini berharap kecamatan tidak menunggu terlalu lama untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat.
“Ketika listrik masuk ke sebuah rumah, yang ikut terbuka bukan hanya penerangan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, bekerja, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” pungkasnya.












