Example floating
Example floating
Hiburan

Hapus Area ‘Bank Spot’ di Dunia, Starlink Hadirkan Internet Langsung ke Ponsel

REDAKSI
415
×

Hapus Area ‘Bank Spot’ di Dunia, Starlink Hadirkan Internet Langsung ke Ponsel

Sebarkan artikel ini
Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit berkecepatan tinggi dan latensi rendah yang diciptakan oleh SpaceX. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Layanan internet satelit Starlink yang bisa langsung terhubung ke ponsel terus mengalami ekspansi. SpaceX, perusahaan di balik Starlink, baru saja mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel dari EchoStar senilai USD 17 miliar untuk memperkuat jaringan satelit mereka.

Melalui kerja sama ini, pelanggan Boost Mobile dari EchoStar akan memiliki akses langsung ke jaringan Starlink lewat ponsel mereka. Kesepakatan ini memungkinkan SpaceX untuk mengembangkan konektivitas antarsatelit menggunakan teknologi laser, sehingga meningkatkan kapasitas jaringan seluler hingga lebih dari 100 kali lipat.

Gwynne Shotwell, Presiden sekaligus COO SpaceX, menyatakan bahwa kemitraan ini bertujuan menghapus area tanpa sinyal di seluruh dunia. Spektrum eksklusif tersebut akan digunakan untuk mengembangkan generasi terbaru layanan Direct to Cell dari Starlink.

Baca Juga:  Buah Naga: Kandungan, Manfaat, dan Cara Konsumsi

“Dengan spektrum ini, kami akan meluncurkan satelit Starlink Direct to Cell generasi berikutnya yang menawarkan peningkatan performa besar dan jangkauan yang lebih luas bagi pengguna di mana pun mereka berada,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga:  Lagu Indonesia All Out! “Tabola Bale” Tembus Top 5 MV Global, Bersanding Dengan Raksasa Musik Dunia

Dalam lima tahun terakhir, SpaceX telah mengorbitkan lebih dari 8.000 satelit ke orbit rendah Bumi. Di antaranya, sekitar 600 satelit yang mulai diluncurkan sejak 2024 dan berfungsi seperti menara BTS di luar angkasa.

Satelit-satelit ini terbang lebih dekat ke permukaan Bumi dan bertugas menyediakan jaringan langsung ke perangkat seluler. Walau layanan Direct to Cell telah diluncurkan secara global, pengguna di Indonesia belum bisa menikmatinya.

Ini karena Starlink belum mengantongi izin layanan Direct to Cell dari pemerintah Indonesia, dan hanya memiliki lisensi terbatas sebagai penyedia layanan internet (ISP) dan Jaringan Tertutup (Jartup) via VSAT.

Baca Juga:  10 Produk Israel Yang Laris Manis di Indonesia

Pada peluncuran perdana layanan Direct to Cell tahun lalu, tidak ada operator Indonesia yang masuk dalam daftar mitra awal. Delapan operator dari berbagai negara telah bekerja sama dengan Starlink, antara lain:

  1. T-Mobile (Amerika Serikat)
  2. Optus (Australia)
  3. Rogers (Kanada)
  4. One NZ (Selandia Baru)
  5. KDDI (Jepang)
  6. Salt (Swiss)
  7. Entel (Chili)
  8. Entel (Peru)