HESTEK.CO.ID – Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Provinsi Gorontalo resmi menyatakan tidak menggelar ivet tahunan pacuan kuda, dalam rangka perayaan tradisi lebaran ketupat 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditujukan kepada sejumlah pihak, termasuk Ketua PP Pordasi, Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Kapolsek Limboto Barat, hingga masyarakat Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat.
Dalam surat itu dijelaskan, pembatalan kegiatan dilakukan setelah melalui rapat bersama antara pengurus Pordasi dan Dinas Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gorontalo, pada Kamis 19 Maret 2026.
Ketua Pordasi Gorontalo, Zukri Harmain, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan matang, terutama menyangkut kesiapan teknis dan aspek keselamatan.
“Berdasarkan hasil rapat, kegiatan tahunan Pordasi pada perayaan tradisi hari raya ketupat tahun 2026 dinyatakan tidak dilaksanakan,” demikian isi pernyataan dalam surat tersebut.
Adapun sejumlah alasan utama pembatalan kegiatan, antara lain lambatnya koordinasi dan minimnya kesiapan panitia, keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah, serta tidak adanya dukungan dana operasional untuk pengurusan izin keramaian.
Selain itu, kondisi lapangan pacuan juga dinilai belum memadai. Beberapa fasilitas pengamanan, seperti pagar jalur pacuan, dilaporkan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan kuda, joki, maupun penonton jika kegiatan tetap dipaksakan.
Pihak Pordasi juga mengakui bahwa keputusan ini berpotensi menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat, khususnya warga yang telah menantikan agenda tahunan tersebut sebagai bagian dari tradisi perayaan hari raya ketupat.
Meski demikian, pengurus menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan kegiatan ke depan.
“Harapannya, pada perayaan tahun berikutnya, kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang dan maksimal,” tulis Pordasi dalam penutup suratnya.
Pembatalan ini menjadi catatan penting bagi keberlangsungan olahraga berkuda di Gorontalo, sekaligus menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan event tradisional yang aman dan terorganisir dengan baik.







