HESTEK.CO.ID – Arsenal memang harus mengubur impian mengangkat trofi Liga Champions 2025/2026 setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui drama adu penalti di partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/05/2026).
The Gunners takluk 3-4 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut membuat tim besutan Mikel Arteta harus puas finis sebagai runner-up kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Meski gagal meraih gelar juara, perjalanan Arsenal musim ini tetap menghadirkan keuntungan besar dari sisi finansial. Klub asal London tersebut menjadi salah satu tim dengan pemasukan terbesar dari ajang Liga Champions musim ini.
Hal itu tidak lepas dari kebijakan UEFA yang meningkatkan total hadiah Liga Champions 2025/2026. Nilai distribusi hadiah yang mencapai sekitar 2,13 miliar poundsterling membuat setiap fase kompetisi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi peserta.
Sebagai tim yang berhasil melaju hingga partai final, Arsenal memperoleh pendapatan besar dari berbagai komponen pembagian hadiah, mulai dari bonus partisipasi, hasil pertandingan, pencapaian setiap fase kompetisi, hingga pendapatan berbasis koefisien dan hak siar.
Status sebagai finalis membuat pendapatan Arsenal melonjak signifikan dibanding musim-musim sebelumnya. Meski gagal mengakhiri penantian panjang meraih trofi Liga Champions, pencapaian tersebut tetap memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan klub.
Performa impresif Arsenal sepanjang musim juga menjadi bukti perkembangan tim di bawah arahan Mikel Arteta. Setelah beberapa musim absen dari persaingan papan atas Eropa, The Gunners kini kembali menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Liga Champions.
Sementara itu, gelar juara berhasil diamankan oleh Paris Saint-Germain yang sukses mempertahankan mahkota Eropa setelah menang dalam adu penalti. Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi PSG di kompetisi elite Benua Biru dalam dua musim terakhir.









