HESTEK.CO.ID – Terminal Tipe B Kayubulan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mulai digunakan sejumlah angkutan antarprovinsi maupun antardaerah. Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong kawasan terminal tersebut turut diramaikan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Espin Tulie, saat memimpin kunjungan kerja Komisi III di Terminal Tipe B Kayubulan, Selasa (22/9/2026).
Menurut Espin, terminal yang baru beberapa hari diresmikan itu masih berada dalam tahap sosialisasi dan penyesuaian bagi masyarakat serta pengguna jasa.
“Terminal ini baru diresmikan dan sekarang sudah mulai digunakan oleh angkutan antarprovinsi maupun antardaerah. Karena masih dalam tahap sosialisasi, kendaraan yang masuk untuk sementara belum dikenakan tarif atau retribusi,” ujar Espin.
Meski baru mulai beroperasi, Komisi III menilai kawasan terminal perlu sejak awal ditata agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang.
Salah satu yang didorong adalah membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk beraktivitas di kawasan terminal.
Espin mengatakan, pengelola dapat memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM pada masa awal, termasuk mempertimbangkan pembebasan retribusi atau biaya sewa selama satu hingga dua tahun.
“Salah satu yang perlu dipikirkan adalah bagaimana melibatkan pelaku UMKM. Misalnya, pada tahap awal dapat diberikan kemudahan dengan menggratiskan retribusi atau sewa selama satu sampai dua tahun,” katanya.
Menurutnya, keberadaan UMKM dapat membuat kawasan terminal lebih hidup sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Selain pemberdayaan UMKM, Komisi III juga menyoroti penataan kawasan terminal. Area belakang terminal didorong untuk dikembangkan dan dihubungkan dengan Pasar Modern (Pasmolin) sesuai konsep perencanaan awal.
Halaman terminal juga dinilai perlu ditata lebih baik, termasuk pembangunan pagar agar kawasan tersebut terlihat lebih rapi dan representatif.
Komisi III berharap pengembangan Terminal Tipe B Kayubulan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pelayanan transportasi sekaligus potensi ekonomi di sekitarnya.
Dengan melibatkan UMKM dan membenahi kawasan, terminal diharapkan tidak hanya menjadi tempat persinggahan kendaraan dan penumpang, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.












