Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Dari Sekolah, Bone Bolango Mulai Biasakan Siswa Menanam Cabai

Admin
3
×

Dari Sekolah, Bone Bolango Mulai Biasakan Siswa Menanam Cabai

Sebarkan artikel ini
Dari Sekolah, Bone Bolango Mulai Biasakan Siswa Menanam Cabai. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Gerakan menanam cabai di Bone Bolango mulai dikenalkan dari lingkungan sekolah. Bukan sekadar menambah tanaman, program ini diarahkan untuk membiasakan siswa menanam sekaligus merawat tanaman sejak usia dini.

Hal itu terlihat di SDN 5 Tilongkabila, Senin (28/9/2026). Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengajak para siswa mengikuti Gerakan Tanam Cabai di Sekolah melalui gerakan satu siswa satu pohon.

Setiap siswa didorong memiliki satu tanaman untuk ditanam dan dirawat. Selain menghijaukan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut diharapkan membuat halaman sekolah lebih sejuk sekaligus menjadi ruang belajar bagi siswa di luar kelas.

Baca Juga:  Reses di Kelurahan Tenilo, Fadli Hasan Serap Aspirasi dan Sebar Bantuan UMKM

“Hari ini ada gerakan satu siswa satu pohon untuk menghijaukan dan menyejukkan lingkungan kita,” ujar Iwan.

Menurutnya, membangun lingkungan hijau membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Menanam saja tidak cukup jika tanaman yang sudah ditanam tidak dirawat.

Karena itu, siswa tidak hanya diminta menanam, tetapi juga bertanggung jawab memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik.

“Jangan hanya ditanam, tetapi harus dirawat. Anak-anak harus belajar menjaga apa yang sudah ditanam,” pesannya.

Bagi Iwan, keterlibatan siswa dalam gerakan tersebut memiliki nilai pendidikan. Anak-anak dapat belajar secara langsung bahwa tanaman membutuhkan air, perhatian dan perawatan agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat.

Baca Juga:  Ismet Mile Resmi Ketua DPW PPP Gorontalo, SK Diserahkan Langsung Ketum Mardiono

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Mereka belajar menanam, belajar merawat dan belajar mencintai lingkungan,” katanya.

Pemilihan cabai sebagai salah satu tanaman yang dikembangkan juga membuat gerakan tersebut memiliki manfaat praktis. Cabai merupakan salah satu kebutuhan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga penanamannya di sekolah dapat menjadi pengenalan sederhana mengenai tanaman pangan.

Iwan mendorong sekolah memanfaatkan ruang yang tersedia untuk kegiatan produktif. Lahan sekolah yang memungkinkan dapat ditanami berbagai tanaman yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun warga sekolah.

Baca Juga:  Dokumen RPIK Jadi Fokus Pembahasan Pansus I DPRD Kota Gorontalo

Menurutnya, gerakan tersebut tidak harus dimulai dalam skala besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama justru dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.

“Kalau dilakukan bersama-sama, yang kecil ini bisa menjadi gerakan yang besar. Sekolah menjadi hijau, anak-anak belajar merawat tanaman, dan lingkungan kita menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Ia berharap satu siswa satu pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tanaman yang sudah ditanam harus terus dirawat sehingga gerakan tersebut benar-benar menjadi kebiasaan.

“Mulai dari sekolah, mulai dari satu pohon, kita biasakan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.