HESTEK.CO.ID — Momentum Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Gorontalo untuk membangun dialog strategis bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Maryam Sofyan Puhi.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan krusial terkait perempuan, perlindungan anak, serta krisis ketahanan keluarga yang dinilai semakin nyata dirasakan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada tema simbolik emansipasi perempuan, melainkan diarahkan pada tantangan sosial yang kini banyak menghantui rumah tangga.
Mulai dari meningkatnya angka perceraian, renggangnya komunikasi dalam keluarga, tekanan ekonomi, hingga dampak negatif media sosial terhadap anak dan remaja.
Dalam dialog itu, juga mengemuka kekhawatiran terhadap masih banyaknya perempuan dan anak yang memilih diam saat mengalami kekerasan dalam rumah tangga karena rasa takut maupun tekanan sosial.
Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Gorontalo bersama Maryam Sofyan Puhi menegaskan bahwa rumah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi perempuan dan anak, bukan tempat lahirnya ketakutan dan trauma.
Mereka menilai, Hari Kartini dan Milad PKS harus menjadi momentum refleksi bahwa isu perempuan tidak bisa dipahami sebatas seremoni tahunan, namun harus menjadi bagian dari agenda besar penguatan keluarga dan perlindungan generasi.
Karena itu, dalam pertemuan tersebut turut didorong sejumlah langkah konkret, seperti penguatan pendidikan pra-nikah, program parenting keluarga, literasi digital, penguatan majelis taklim dan komunitas perempuan, serta penyediaan ruang pendampingan aman bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, menyambut baik gagasan kolaboratif tersebut. Ia menilai sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga komunitas sosial menjadi kunci dalam memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Bagi kedua pihak, upaya menjaga perempuan dan anak tidak sekadar agenda sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat. Sebab ketika keluarga kuat, perempuan terlindungi, dan anak tumbuh dalam lingkungan sehat, maka masa depan daerah pun akan semakin kokoh.









