Example floating
Example floating
Example 728x250
Liputan KhususNews

Jalan Tulabolo–Pinogu Dirancang, Pemkab Bone Bolango Petakan Habitat Satwa

REDAKSI
13
×

Jalan Tulabolo–Pinogu Dirancang, Pemkab Bone Bolango Petakan Habitat Satwa

Sebarkan artikel ini
Jalan Tulabolo–Pinogu Dirancang, Pemkab Bone Bolango Petakan Habitat Satwa. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Rencana pembangunan akses Tulabolo–Pinogu mulai disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi ekologis kawasan yang akan dilalui. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango tidak ingin pembangunan infrastruktur tersebut mengabaikan keberadaan habitat dan jalur perlintasan satwa liar di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan akademisi untuk melakukan survei ekologis sebelum desain teknis jalan ditetapkan. Kajian tersebut akan memetakan habitat satwa, koridor perlintasan, sumber air, serta keberadaan flora endemik yang berpotensi terdampak pembangunan.

Pembahasan mengenai survei tersebut berlangsung di Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango, Selasa (21/7/2026), dengan agenda Survei Ekologis Koridor Satwa, Habitat, Lintas Satwa dan Flora Endemik pada ruas Tulabolo–Pinogu.

Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan pembangunan jalan menuju Pinogu merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Namun, kebutuhan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Kejati Gorontalo “All Out” di Kasus PETI, Fokus Dampak Ekonomi dan Potensi Kerugian Negara

“Jalan Tulabolo–Pinogu ini penting bagi masyarakat dan menjadi kepentingan bersama. Tetapi dalam perencanaannya kita wajib memperhatikan kepentingan ekologis yang harus dilindungi,” kata Iwan.

Survei Jadi Dasar Desain Jalan

Menurut Iwan, kajian ekologis diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi kawasan secara lebih menyeluruh sebelum menentukan bentuk dan pola pembangunan jalan.

Hasil survei nantinya akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan desain teknis, termasuk menentukan bagian kawasan yang membutuhkan perlakuan khusus.

“Survei ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul ketika akses jalan dibuka. Semua masukan yang diperoleh akan menjadi poin penting dalam penyusunan desain dan pengelolaan jalan ke depan,” jelasnya.

Baca Juga:  Diduga Terlibat Gratifikasi, Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Gorontalo Dinonaktifkan

Iwan mengatakan tahapan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap awal. Selanjutnya, tim ekologi yang melibatkan akademisi dari perguruan tinggi akan melakukan survei langsung di lapangan.

Kajian tersebut mencakup pemetaan habitat satwa, jalur perlintasan satwa liar, sumber air yang menjadi bagian dari kebutuhan satwa, hingga titik-titik tertentu yang dinilai memiliki nilai ekologis dan membutuhkan perlindungan.

Data lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai bagian-bagian kawasan yang harus mendapat perhatian dalam pembangunan akses Tulabolo–Pinogu.

“Hasil survei lapangan ini nantinya akan menjawab bagaimana desain jalan yang paling tepat, perlakuan terhadap kawasan seperti apa yang harus dilakukan, serta langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu ekosistem lingkungan di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone,” ungkap Iwan.

Baca Juga:  Imbas Keterlambatan KUA-PPAS, DPRD Desak Bupati Nonaktifkan Sekda Sugondo Makmur

Dorong Infrastruktur dan Konservasi Berjalan Bersama

Pemkab Bone Bolango menilai pembangunan akses menuju Pinogu tetap harus dilihat sebagai kebutuhan masyarakat, namun pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekosistem.

Karena itu, hasil kajian ekologis akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pembangunan selanjutnya.

Pemerintah daerah berharap pendekatan tersebut dapat menghasilkan pembangunan jalan yang mampu membuka akses bagi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak terhadap habitat satwa dan flora endemik.

Dengan perencanaan berbasis data ekologis, pembangunan Tulabolo–Pinogu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.