Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Harga Pangan Masih Tinggi, Pemkab Bone Bolango Gelontorkan Subsidi di Bulango Selatan

Admin
7
×

Harga Pangan Masih Tinggi, Pemkab Bone Bolango Gelontorkan Subsidi di Bulango Selatan

Sebarkan artikel ini
Harga Pangan Masih Tinggi, Pemkab Bone Bolango Gelontorkan Subsidi di Bulango Selatan. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Harga sejumlah kebutuhan pangan yang masih tinggi mendorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melakukan intervensi melalui Pasar Murah Bersubsidi di Kecamatan Bulango Selatan.

Sebanyak 500 paket bahan pangan disiapkan untuk masyarakat dengan harga jauh di bawah harga pasar. Program tersebut dibuka Bupati Bone Bolango Ismet Mile didampingi Sekretaris Daerah Iwan Mustapa di Lapangan Kantor Camat Bulango Selatan, Senin (28/9/2026).

Besaran subsidi terlihat cukup signifikan pada sejumlah komoditas. Beras kemasan 5 kilogram yang harga normalnya Rp82.500 dijual hanya Rp25.000 setelah subsidi.

Sementara cabai merah 0,50 kilogram yang sebelumnya mencapai Rp70.000 dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp20.000.

Dengan skema tersebut, pemerintah memberikan subsidi Rp57.500 untuk setiap paket beras 5 kilogram dan Rp50.000 untuk cabai merah 0,50 kilogram.

Baca Juga:  Rekrut PPS Minim Pengalaman, Integritas PPK dan KPU Kab. Gorontalo Diragukan

Intervensi ini dilakukan ketika sejumlah komoditas pangan masih berada pada level harga yang cukup tinggi. Cabai rawit merah, misalnya, tercatat mencapai Rp140.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga masih berada di angka Rp80.000 per kilogram.

Harga komoditas bawang turut menunjukkan tekanan. Bawang merah tercatat Rp37.667 per kilogram, bawang putih Honan Rp38.667 dan bawang bombai Rp45.000 per kilogram.

Pada komoditas beras, Beras Cap IR 64 medium berada di harga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras SPHP Bulog dijual Rp12.000 per kilogram.

Harga minyak goreng juga bervariasi. Minyak goreng curah berada di angka Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000 dan Minyakita Rp15.700 per liter.

Untuk kebutuhan protein, daging sapi paha belakang tercatat Rp150.000 per kilogram. Daging ayam ras karkas Rp33.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.767 per kilogram. Ayam kampung utuh berada di kisaran Rp65.000 per ekor.

Baca Juga:  Tak Ambil Pusing Serangan "Black Campaign", IRIS Fokus Sosialisasikan Program Kerja

Harga hasil laut juga cukup tinggi. Ikan teri mencapai Rp110.000 per kilogram, udang basah Rp65.000 dan ikan tongkol Rp35.000 per kilogram.

Sementara beberapa komoditas sayuran relatif lebih rendah. Tomat tercatat Rp8.000 per kilogram, kentang sedang Rp22.000, sawi hijau Rp15.000, sedangkan kangkung, ketimun, kacang panjang dan ketela pohon masing-masing Rp10.000 per kilogram.

Komoditas lainnya seperti gula pasir curah berada di angka Rp19.000 per kilogram, tepung terigu Rp13.000 dan garam halus Rp11.000.

Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, tempe bungkus dijual Rp20.000 per kilogram, tahu putih Rp10.000, kacang hijau Rp35.000 dan kacang tanah Rp45.000 per kilogram. Mie instan tercatat Rp3.500 per bungkus dan susu kental manis kemasan 370 gram Rp13.000.

Baca Juga:  Penjabup Sherman Moridu Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Boalemo

Di tengah kondisi harga tersebut, Ismet mengatakan pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Kalau ibu-ibu tidak mengalami kekurangan, tidak akan berada di tempat ini. Karena ibu-ibu punya kekurangan, itu saya bantu,” kata Ismet.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Stabilitas dan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi bagian dari tujuan pembangunan.

“Kalau daerah stabil, maka seluruh program akan jalan. Kedua adalah kesejahteraan,” tandasnya.