HESTEK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango optimistis Posyandu Angkasa Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, mampu kembali mencatatkan prestasi pada Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo.
Posyandu Angkasa menjadi wakil Bone Bolango setelah melalui proses seleksi dan penilaian berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Tahun ini, Posyandu Angkasa kembali dipercaya membawa nama daerah dalam kompetisi tingkat provinsi.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, mengatakan Posyandu Angkasa memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi inovasi dan integrasi pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menyambut Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo di Posyandu Angkasa, Desa Lombongo, Jumat (7/8/2026).
Menurut Ruwaida, Posyandu Angkasa bukan peserta baru dalam penilaian tingkat provinsi. Pada tahun sebelumnya, Posyandu tersebut berhasil menjadi juara pertama tingkat Kabupaten Bone Bolango dan kemudian mewakili daerah pada tingkat Provinsi Gorontalo.
Meski belum berhasil menjadi juara pertama, Posyandu Angkasa saat itu mampu meraih posisi kedua. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun ini.
“Tahun lalu kita berhasil menjadi juara kabupaten dan mewakili Bone Bolango di tingkat provinsi. Alhamdulillah saat itu meraih juara dua. Tahun ini kami optimistis bisa memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Ruwaida.
Ia menjelaskan, penetapan Posyandu Angkasa sebagai wakil Bone Bolango dilakukan melalui proses penilaian berjenjang. Posyandu dari 18 kecamatan terlebih dahulu mengikuti penilaian di tingkat kecamatan sebelum diseleksi kembali pada tingkat kabupaten.
Dari proses tersebut, lima Posyandu masuk dalam nominasi terbaik, yakni Posyandu Desa Lombongo, Desa Ayula Selatan, Desa Bongopini, Desa Poowo, dan Desa Langge.
Hasil penilaian kemudian menempatkan Posyandu Angkasa Desa Lombongo sebagai peraih nilai tertinggi sekaligus menjadi wakil Bone Bolango pada penilaian tingkat provinsi.
Ruwaida menilai salah satu kekuatan Posyandu Angkasa terletak pada konsep pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan sejumlah layanan pendukung masyarakat.
Di kawasan Posyandu tersebut terdapat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta perpustakaan anak yang dilengkapi program Literasi Hijau. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan budaya membaca kepada anak sejak usia dini.
Selain itu, pemerintah desa bersama kader Posyandu juga mengembangkan sejumlah inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Banyak inovasi yang telah dikembangkan di Desa Lombongo. Semua itu akan dilihat dan dinilai langsung oleh tim penilai. Kami optimistis apa yang telah dibangun bersama ini mampu menjadi nilai lebih bagi Bone Bolango,” katanya.
Menurut Ruwaida, penilaian tingkat provinsi bukan hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan Posyandu telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh inovasi dan pelayanan yang telah dikembangkan di Posyandu Angkasa dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi penilaian sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan Posyandu di wilayah lainnya.
Dengan pengalaman sebagai juara tingkat kabupaten dan peraih posisi kedua tingkat provinsi pada tahun sebelumnya, Bone Bolango kini menargetkan hasil yang lebih tinggi melalui Posyandu Angkasa pada penilaian tahun 2026.












