HESTEK.CO.ID — Perputaran usaha street food di kawasan Jalan Andalas, Kota Gorontalo, dalam beberapa bulan terakhir mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Angka tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi UMKM kuliner dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, saat Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Jumat (11/9/2026).
Menurut Bambang, aktivitas street food menjadi salah satu gambaran bahwa UMKM memiliki potensi ekonomi yang besar ketika mendapatkan ruang pasar dan ekosistem usaha yang mendukung.
“Ini menunjukkan besarnya potensi UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Festival Kuliner HARFEST 2026 menghadirkan sekitar 75 UMKM kuliner, termasuk pelaku street food dari kawasan Jalan Andalas.
Sementara itu, pameran HARFEST 2026 secara keseluruhan melibatkan sedikitnya 165 UMKM binaan BI.
Bambang mengatakan momentum HARFEST harus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas usaha.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan penjualan. Pelaku usaha juga perlu memperbaiki kualitas produk, kemasan dan pengelolaan usaha.
BI juga terus mendorong digitalisasi transaksi UMKM melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Digitalisasi UMKM terus kami dorong, termasuk pembayaran menggunakan QRIS. QRIS merupakan metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal,” jelasnya.
Bambang mengajak masyarakat ikut mendukung keberlangsungan UMKM lokal dengan membeli produk yang ditawarkan selama Festival Kuliner HARFEST 2026.
“Dengan masyarakat datang dan membeli produk UMKM, itu menjadi dukungan nyata bagi pelaku usaha kita,” katanya.
Selain kuliner, HARFEST 2026 juga menjadi momentum pengembangan produk ekonomi kreatif Gorontalo. Salah satunya kopi lokal jenis Liberika yang disebut telah memenuhi kriteria specialty coffee dan memiliki peluang untuk pasar ekspor.
“Gorontalo sekarang sudah memiliki kopi Liberika. Kopi Liberika Gorontalo sudah memenuhi sebagai specialty coffee dan siap untuk pasar ekspor,” ungkap Bambang.
BI juga mendorong pengembangan tenun Gorontalo yang dipadukan dengan sulaman Karawo sebagai bagian dari penguatan produk wastra daerah.
“Ke depan Gorontalo tidak hanya dikenal dengan Karawo, tetapi juga punya tenun yang dipadukan dengan sulaman Karawo,” katanya.
Festival Kuliner HARFEST 2026 berlangsung pada 11–13 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, BI juga menyerahkan bantuan sarana produksi kepada sejumlah UMKM terpilih di wilayah Kota Gorontalo.
Bambang berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap UMKM terus diperkuat, termasuk melalui perluasan digitalisasi.
“Yang kami harapkan adalah terus adanya kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Gorontalo, termasuk dalam mendorong digitalisasi UMKM,” tandasnya.






