HESTEK.CO.ID – Pencabutan status Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027 membuka peluang bagi provinsi lain untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara. Di antara daerah yang dinilai memiliki peluang tersebut adalah Provinsi Gorontalo.
Peluang itu muncul setelah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional resmi mencabut penetapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah FORNAS IX 2027 dan menyatakan akan kembali membuka mekanisme penetapan tuan rumah baru sesuai ketentuan organisasi.
Bagi Gorontalo, kesempatan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini berhasil menjadi tuan rumah sejumlah agenda berskala nasional yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Salah satunya adalah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Gorontalo. Agenda nasional tersebut dihadiri sekitar 13 ribu peserta dari berbagai provinsi, melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan PENAS XVII mendapat dukungan penuh pemerintah pusat dan menjadi salah satu agenda nasional terbesar yang pernah digelar di Gorontalo.
Selain PENAS XVII, Gorontalo juga memiliki pengalaman menyelenggarakan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) Nasional, yang berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Keberhasilan mengelola ribuan peserta, menyiapkan akomodasi, transportasi, keamanan, hingga koordinasi lintas instansi menjadi modal penting bagi Gorontalo apabila memutuskan maju sebagai calon tuan rumah FORNAS IX 2027.
Dari sisi infrastruktur, Gorontalo dinilai memiliki sejumlah fasilitas olahraga dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan berbagai cabang olahraga masyarakat. Dukungan pemerintah daerah, organisasi KORMI, serta pengalaman menangani kegiatan nasional juga menjadi nilai tambah apabila proses penetapan tuan rumah kembali dibuka.
FORNAS sendiri merupakan ajang olahraga masyarakat terbesar di Indonesia yang diikuti puluhan Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dengan melibatkan ribuan pegiat olahraga dari seluruh provinsi. Selain menjadi ajang kompetisi, FORNAS juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah penyelenggara melalui sektor perhotelan, transportasi, UMKM, kuliner, hingga pariwisata.
Apabila dipercaya menjadi tuan rumah, Gorontalo berpotensi memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi penyelenggara kegiatan nasional.
Meski demikian, peluang tersebut masih bergantung pada keputusan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama KORMI Provinsi Gorontalo untuk mengikuti proses pencalonan yang akan dibuka KORMI Nasional. Hingga saat ini, KORMI Nasional belum mengumumkan jadwal maupun mekanisme penetapan tuan rumah pengganti Sulawesi Tengah.












