HESTEK.CO.ID — Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) mulai direalisasikan di Kabupaten Gorontalo. Pemasangan KWh meter bagi penerima bantuan tersebut merupakan bagian dari program aspirasi Anggota DPR RI Rusli Habibie.
Kabupaten Gorontalo mendapat alokasi sebanyak 1.625 sambungan BPBL, sekaligus menjadi daerah dengan jatah terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Gorontalo.
Data usulan BPBL yang masuk tercatat mencapai 3.801 calon penerima. Setelah melalui proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK), sebanyak 3.678 usulan dinyatakan lolos verifikasi, sementara 123 usulan lainnya tidak lolos.
Dari 123 usulan yang tidak lolos verifikasi, sebagian besar berkaitan dengan persoalan validitas dan riwayat penerimaan bantuan.
Sebanyak 85 usulan tercatat tidak valid karena NIK sudah pernah diunggah sebelumnya. Kemudian satu usulan tidak lolos karena NIK tercatat telah menerima BPBL pada 2023.
Selain itu, terdapat empat usulan yang tercatat sudah pernah menerima bantuan BPBL pada 2024, serta 33 usulan yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan serupa pada 2025.
Dengan demikian, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan penerima program sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan menghindari penerima bantuan ganda.
Dimulainya pemasangan KWh menjadi tahap lanjutan setelah proses pendataan dan verifikasi calon penerima. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang memenuhi persyaratan mendapatkan akses listrik melalui sambungan listrik baru.
Besarnya alokasi BPBL untuk Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program aspirasi Rusli Habibie di Provinsi Gorontalo.
Dengan alokasi 1.625 sambungan, Kabupaten Gorontalo tercatat sebagai daerah dengan kuota BPBL terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Gorontalo.












