Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Bapemperda Deprov Gorontalo Ajukan Ranperda Perubahan Pajak dan Retribusi di Luar Propemperda 2026

REDAKSI
112
×

Bapemperda Deprov Gorontalo Ajukan Ranperda Perubahan Pajak dan Retribusi di Luar Propemperda 2026

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara (Jubir) Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo, membacakan rancangan peraturan daerah (Ranperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-81. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Gorontalo mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-81, Senin (04/05/2026).

Ramdan Liputo yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PKS, menjelaskan bahwa pengajuan ranperda di luar Propemperda dimungkinkan berdasarkan ketentuan Pasal 16 Ayat (5) Permendagri Nomor 120 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah.

Baca Juga:  Workshop Pokir DPRD Inklusif Digelar di Aston Gorontalo, Bahas Mekanisme Pengajuan yang Lebih Terarah

“Dalam keadaan tertentu, DPRD Provinsi atau gubernur dapat mengajukan rancangan perda di luar Propemperda, dengan alasan adanya urgensi terhadap sesuatu rancangan perda,” jelas Ramdan.

Ia menyebut, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo telah sepakat untuk mengajukan Ranperda tentang perubahan atas Perda Provinsi Gorontalo Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Baca Juga:  Isi Kekosongan, Penjabup Sherman Tunjuk Roni Taningo Jabat Kadis PUPR Boalemo

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui penguatan sistem pajak daerah dan retribusi daerah.

“Pendapatan daerah menjadi sangat penting untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan di daerah, apalagi di tengah tantangan pembangunan di era globalisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ramdan juga menegaskan bahwa kebutuhan perubahan perda tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, yang mengatur jenis pajak dan retribusi, subjek dan wajib pajak, objek, dasar pengenaan, wilayah pemungutan hingga tarif pajak dan retribusi.

Baca Juga:  Palma Grup Kekeh Lahan di Pulubala Tak Bertuan, Agus Prabowo Sebut Sesuai Penyampaian BPN

Dengan demikian, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan harmonisasi serta penyesuaian regulasi sesuai kondisi terkini.

Di akhir penyampaiannya, Ramdan berharap Ranperda tersebut dapat disetujui dan ditetapkan melalui keputusan DPRD agar selanjutnya dapat dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.