Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Dipuji Kementan, Produktivitas Padi Bone Bolango Tembus 12 Ton per Hektare

REDAKSI
26
×

Dipuji Kementan, Produktivitas Padi Bone Bolango Tembus 12 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Dipuji Kementan, Produktivitas Padi Bone Bolango Tembus 12 Ton per Hektare. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Produktivitas padi di Kabupaten Bone Bolango yang mencapai 6 hingga 12 ton per hektare mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan potensi besar sektor pertanian daerah dalam mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan.

Apresiasi itu disampaikan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi bersama Kelompok Tani Ohilawa di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program pertanian dinilai sangat penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

Baca Juga:  Usai Dibentuk, Pansus DPRD Kota Gorontalo Bersiap Bedah LKPJ 2025

“Ini adalah hal yang sangat kita tunggu. Hari ini hadir pejabat yang ditugaskan Menteri Pertanian untuk turun langsung bersama petani menanam padi di daerah ini. Kehadiran ini membawa energi positif dan menjadi dukungan besar bagi para petani kita,” ujar Ismet.

Menurutnya, sejumlah bantuan Kementerian Pertanian, mulai dari benih unggul padi dan jagung hingga alat dan mesin pertanian seperti traktor dan pompa air, telah memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pertanian di Bone Bolango.

“Ini menunjukkan perhatian luar biasa dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Pertanian, yang patut kita apresiasi. Jika hasil pertanian semakin melimpah, maka yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat. Kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ungkapnya.

Target Swasembada Pangan

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pencapaian swasembada pangan melalui peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango dan Forkopimda Sambut Kajari Baru, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

Ia menyebut target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia dapat dicapai lebih cepat dari rencana awal.

“Ketika Presiden dilantik, target swasembada ditetapkan dalam waktu empat tahun. Alhamdulillah, dalam waktu satu tahun kita sudah mampu mencapai swasembada. Ini adalah capaian besar yang harus terus dijaga bersama,” kata Sam.

Sam juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk segera menyiapkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) serta menyampaikan kebutuhan sektor pertanian yang masih diperlukan.

Menurutnya, data tersebut penting agar pemerintah pusat dapat menyesuaikan dukungan dan program Kementerian Pertanian dengan kebutuhan di lapangan.

Produktivitas di Atas Rata-Rata Nasional

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pertanian Bone Bolango.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Bantah Keras Tudingan “Main Mata” dalam Seleksi JPT Pratama

Ia menyebut capaian Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai 99 persen, sementara indeks pertanaman telah berada pada angka 250.

Yang menjadi perhatian khusus, produktivitas padi Bone Bolango berada pada kisaran 6 hingga 12 ton per hektare, yang disebut berada di atas rata-rata nasional.

“Ini merupakan prestasi yang sangat baik. Indeks pertanaman sudah mencapai 250, hari ini bahkan sudah tutup tanam, dan capaian LTT Bone Bolango mencapai 99 persen. Produktivitasnya juga berada di atas rata-rata nasional. Mudah-mudahan prestasi ini terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Idha.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Bone Bolango untuk terus memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan petani diharapkan dapat menjaga produktivitas sekaligus memperluas potensi produksi pangan daerah.