HESTEK.CO.ID — Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Gorontalo menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sayap kepemudaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dalam mempersiapkan kader muda menghadapi kontestasi politik Pemilu 2029.
Sebanyak 19 orang pengurus DPW Gema Keadilan Provinsi Gorontalo resmi dilantik pada Sabtu (7/11/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Gema Keadilan, H. Rahmat Saleh, M.Kes., serta dihadiri Ketua Bidang Pemuda DPP PKS dan Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo.
Ketua DPW Gema Keadilan Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal bagi pengurus baru untuk langsung bekerja dan memperkuat peran organisasi di daerah.
“Pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, tetapi menjadi titik awal bagi kami untuk bergerak dan bekerja. Sebanyak 19 pengurus yang telah dilantik memiliki tanggung jawab untuk membesarkan Gema Keadilan di Provinsi Gorontalo sekaligus membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan PKS,” ungkap Ramdan.
Menurutnya, salah satu agenda penting yang akan segera dilakukan adalah konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat struktur, memperluas jaringan, sekaligus menyiapkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas untuk tampil dalam kontestasi politik mendatang.
Ramdan juga menyebut adanya arahan terbaru Presiden PKS mengenai afirmasi 30 persen keterwakilan pemuda dalam proses seleksi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2029.
Ia menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan secara serius oleh generasi muda, terutama kader Gema Keadilan yang selama ini memiliki semangat untuk terlibat langsung dalam perjuangan politik.
“Pemilu 2029 harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam politik. Apalagi dengan adanya arahan mengenai afirmasi 30 persen keterwakilan pemuda dalam proses seleksi calon legislatif di PKS. Ini merupakan peluang yang harus dipersiapkan dengan serius, bukan hanya sekadar disambut dengan antusiasme,” tegasnya.
Usai pelantikan, jajaran pengurus menyatakan kesiapan untuk segera menjalankan agenda organisasi, termasuk membangun kolaborasi dengan PKS sebagai partai yang menaungi Gema Keadilan.
Konsolidasi kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat basis organisasi sekaligus mempersiapkan kader muda menghadapi Pemilu 2029.
Salah satu perhatian utama Gema Keadilan adalah peluang keterlibatan generasi muda dalam proses pencalonan legislatif. Hal ini menyusul adanya arahan terbaru Presiden PKS mengenai afirmasi keterwakilan pemuda sebesar 30 persen dalam proses seleksi calon anggota legislatif.
Menurut perwakilan pengurus Gema Keadilan Gorontalo, kebijakan tersebut menjadi peluang strategis bagi kader muda untuk mengambil bagian lebih besar dalam proses politik, bukan sekadar menjadi pendukung atau penggerak di belakang layar.
“Kalau sebelumnya kita mengenal afirmasi 30 persen untuk perempuan, kali ini ada informasi mengenai afirmasi 30 persen untuk kepemudaan dalam proses seleksi pencalegan Pemilu 2029. Karena itu, kami siap mengambil peluang tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hampir seluruh pengurus yang baru dilantik memiliki semangat untuk ikut berjuang dalam kontestasi politik mendatang. Namun, peluang tersebut tidak cukup hanya disambut dengan pernyataan kesiapan. Gema Keadilan Gorontalo mulai menyiapkan langkah konkret melalui konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Gema Keadilan diharapkan mampu menjadi ruang kaderisasi sekaligus wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, memperluas keterlibatan dalam politik, dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam pengambilan kebijakan publik pada 2029.












