Example floating
Example floating
Kabar UtamaNews

Unggahan “Meme” Adanya Mafia Tanah Dilokasi Proyek Bendungan Bulango Ulu, Sindir Siapa?

REDAKSI
949
×

Unggahan “Meme” Adanya Mafia Tanah Dilokasi Proyek Bendungan Bulango Ulu, Sindir Siapa?

Sebarkan artikel ini
"Meme" Postingan dugaan adanya mafia tanah dilokasi mega proyek Bendungan Bulango Ulu di facebook. [dok]

HESTEK.CO.ID – Hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 jatuh pada tanggal 27 November 2024. Beragam kejutan mulai bermunculan, salah satunya unggahan “meme” di media sosial.  

Terbaru yang disorot redaksi Hestek.co.id yakni sebuah unggahan “meme” dengan sebutan adanya mafia tanah dilokasi Mega Proyek Bendungan Bulango Ulu, di media sosial facebook.

Akun facebook anonim bernama Nene Gosa itu terlihat menyindir salah satu calon pemimpin di Kabupaten Bone Bolango, yang merupakan wilayah dibangunnya Bendungan Bulango Ulu.

Baca Juga:  Bendera Kirab Pemilu 2024 Tiba di Kabupaten Gorontalo

“Jangan pilih pemimpin yang sudah pernah menzolimi rakyatnya sendiri. !!!…WARNING…!!! Mafia Tanah. Ada tanah Pa Ngoni !!?,” tulis akun Nene Gosa, dalam unggahannya.

Unggahan “meme” yang dibagikan di grup facebook Portal Suwawa Bersatu itu memang dapat dipastikan meyindir salah satu calon pemimpin yang maju di Pilkada Bone Bolango 2024.

Baca Juga:  BGN Puji Standar SPPG di Bone Bolango, Dua Dapur Gizi Lulus Verifikasi Teknis

Sebab dalam unggahan itu meyebut kalimat bupati, dibarengi dengan sebuah gambar pria menggunakan jas hitam, serta foto proyek Bendungan Bolango Ulu.

“Sedang belum jadi Bupatiqyu ini lahan saya sokuasai.. Apalagi kalau saya so terpilih jadi Bupatiqyu,” tulisnya lagi.

Baca Juga:  Penerbitan HGB PT ASP Dipersoalkan, Ahli Waris Ancam Lapor Komisi II DPR RI

Meski demikian maksud dari unggahan “meme” berupa sindiran tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Bisa saja unggahan itu sengaja dibuat oknum-oknum tertentu sebagai kampanye hitam, untuk membangun opini buruk salah satu calon pemimpin di Bone Bolango.

Olehnya warganet diminta cerdas dalam menyerap sebuah informasi, termasuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial.