Example floating
Example floating
Liputan Khusus

Fasilitas Perumahan Tipe 36 Dinilai Buruk, Dekot Gorontalo Bakal Panggil Pengembang dan Perbankan

REDAKSI
724
×

Fasilitas Perumahan Tipe 36 Dinilai Buruk, Dekot Gorontalo Bakal Panggil Pengembang dan Perbankan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar. Foto Dodi/Hestek.co.id

HESTEK.CO.ID – Fasilitas perumahan subsidi tipe 36menjadi sorotan warga dan dinilai buruk oleh DPRD Kota Gorontalo.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, usai mengikuti rapat paripurna yang digelar di Aula I DPRD Kota Gorontalo, Senin (19/05/2025) malam.

Totok menjelaskan bahwa fasilitas umum seperti akses jalan di perumahan tipe 36 dinilai tidak memadai dan telah menjadi keluhan masyarakat selama lebih dari sepuluh tahun.

Baca Juga:  Ismet Mile Tinjau Bazar UMKM dan Bazar Sehat HUT Bone Bolango, Dorong Ekonomi dan Kepedulian Sosial

“Salah satu contohnya adalah perumahan di Jalan Kancil, Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Kota Barat,” ujar Totok kepada awak media.

Ia menambahkan, meskipun pengembang perumahan tersebut telah berganti hingga tiga kali, kondisi jalan tetap rusak dan tidak pernah ditangani dengan serius.

Menanggapi keluhan tersebut, DPRD Kota Gorontalo berencana memanggil seluruh pihak terkait.

Baca Juga:  DPRD Minta UNG Penuhi Undangan Klarifikasi Aduan Mahasiswa

“Kami akan mengundang pengembang, asosiasi developer, pihak perbankan, hingga instansi pertanahan untuk duduk bersama membahas permasalahan ini,” lanjutnya.

Politisi Partai Golkar itu juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas umum seperti jalan di perumahan subsidi tipe 36 seharusnya dibiayai dengan skema 50 persen dari pemerintah pusat dan 50 persen dari pihak pengembang.

Baca Juga:  Kunker ke Desa Ulapato A, Komisi I Deprov Gorontalo Terima Keluhan Masalah Sampah

Namun, masyarakat mempertanyakan transparansi dana potongan sebesar enam juta rupiah yang dikenakan oleh pihak bank saat proses pengajuan kredit rumah.

“Kalau ada 100 rumah, berarti sudah terkumpul sekitar Rp600 juta. Dana itu seharusnya digunakan untuk membangun jalan, baik dalam bentuk paving block maupun cor beton,” pungkas Totok.