Example floating
Example floating
News

Bandara Djalaluddin Gorontalo Jawab Polemik Dugaan Aleg Deprov Mabuk Saat Hendak Terbang

REDAKSI
257
×

Bandara Djalaluddin Gorontalo Jawab Polemik Dugaan Aleg Deprov Mabuk Saat Hendak Terbang

Sebarkan artikel ini
Kepala Bandara Djalaliddin Gorontalo, Joko Harjani, saat memberikan keterangan kepada awak media. FOTO DOK HESTEK

HESTEK.CO.ID – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Djalaluddin Gorontalo menggelar konferensi pers untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, yang disebut dalam kondisi mabuk saat hendak terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala UPBU Djalaluddin, Joko Harjani, menegaskan bahwa seluruh prosedur pemeriksaan terhadap penumpang, termasuk Wahyudin Moridu, telah dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

“Setiap penumpang tanpa terkecuali melewati tahapan pemeriksaan mulai dari body checking, barang bawaan, hingga bagasi dengan peralatan x-ray. Petugas keamanan bandara menjalankan tugas berdasarkan ketentuan Kementerian Perhubungan dan dokumen Airport Security Program,” ujar Joko Harjani, Minggu (21/09/2025).

Baca Juga:  Kolaborasi Perdana dengan UG, Mahasiswa Peradaban Gelar Seminar Nasional

Ia menjelaskan, laporan petugas di lapangan tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada dugaan mabuk. Kondisi Wahyudin Moridu saat berada di bandara dinilai normal.

“Tidak ditemukan indikasi sempoyongan, tidak ada bau alkohol, dan tidak ada perilaku yang mengganggu keamanan maupun kenyamanan penumpang lain. Secara prosedural yang bersangkutan memenuhi syarat untuk melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kejati Gorontalo Sembelih 5 Ekor Sapi Kurban

Joko menegaskan, keselamatan penerbangan adalah prioritas utama dan tidak ada kompromi terkait aspek keamanan. Ia juga meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami selalu menekankan zero tolerance terhadap hal-hal yang berpotensi membahayakan penerbangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Joko menyampaikan bahwa UPBU Djalaluddin membuka diri terhadap pihak-pihak yang ingin menempuh jalur hukum atas isu ini. Ia memastikan pihaknya akan kooperatif dengan mekanisme yang berlaku.

Baca Juga:  Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 21 April 2023 di Gorontalo yang Digelar Muhammadiyah

“Apabila ada laporan resmi yang masuk, tentu akan diproses sesuai aturan. Namun, hasil pemeriksaan petugas pada 3 Juli 2025 jelas menunjukkan tidak ada temuan yang berpotensi membahayakan penerbangan,” katanya.

Melalui penjelasan ini, UPBU Djalaluddin menegaskan kembali komitmennya menjaga standar keselamatan penerbangan dengan pengawasan ketat sesuai regulasi.

“Yang jelas, setiap langkah yang kami ambil selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan,” tandas Joko.