HESTEK.CO.ID – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyatakan kesiapannya bertarung memperebutkan kursi DPR RI pada Pemilihan Legislatif 2029. Meski harus menghadapi sejumlah tokoh senior yang selama ini mendominasi daerah pemilihan Gorontalo, ia mengaku optimistis mampu bersaing.
Pernyataan tersebut disampaikan Erwinsyah usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo di Fox Hotel Gorontalo, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, keputusan maju sebagai calon anggota DPR RI merupakan amanah dari partai yang siap dijalankannya.
“Pernyataan saya masih sama seperti kemarin. Saya diperintahkan untuk maju ke DPR RI. Jawaban saya hanya satu, siap,” tegas Erwinsyah.
Menghadapi kontestasi mendatang, ia mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Konsolidasi struktur partai dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadapi Pemilu 2029.
Selain itu, Erwinsyah menaruh perhatian besar terhadap regenerasi politik di Gorontalo. Di usianya yang masih 38 tahun, ia berharap kehadirannya dalam bursa calon legislatif DPR RI dapat menjadi motivasi bagi generasi muda agar lebih berani mengambil peran dalam politik.
Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mulai merebut ruang kepemimpinan melalui kompetisi yang sehat.
Erwinsyah mengakui persaingan menuju Senayan tidak akan mudah. Ia akan berhadapan dengan tiga figur senior yang selama ini memiliki basis politik kuat di Gorontalo. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk ikut bertarung.
“Kalau saya kalah dari ketiga senior itu, setidaknya Erwin Ismail tetap mendapat apresiasi karena berani melawan. Tapi bagaimana kalau saya yang menang?” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga kesiapan membangun struktur partai, basis dukungan masyarakat, kerja-kerja sosial, serta dukungan logistik.
Di akhir keterangannya, Erwinsyah menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat sebagai pemilik suara.
“Politik itu suara rakyat, suara Tuhan. Siapa pun dia, kalau tidak mendapat kepercayaan rakyat, tentu tidak akan terpilih,” pungkasnya.













