HESTEK.CO.ID – Puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah berlangsung hari ini, Selasa (26/05/2026) Waktu Arab Saudi (WAS), yang ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.
Sejak Senin (25/05/2026), ribuan jamaah haji mulai diberangkatkan secara bertahap dari Makkah menuju Arafah menggunakan armada bus yang telah disiapkan panitia penyelenggara ibadah haji.
Salah satu jamaah yang menjadi perhatian yakni Marsiyah, jamaah tertua asal Kabupaten Kediri yang berusia 105 tahun. Sejak pagi hari, nenek tersebut sudah bersiap di depan hotel tempatnya menginap sambil duduk di kursi roda.
Dengan wajah penuh kebahagiaan, Marsiyah mengaku sangat bersyukur akhirnya dapat menunaikan ibadah haji yang selama ini menjadi impiannya.
“Damai dan senang, karena ini sudah lama saya angan-angankan,” ujarnya dengan penuh haru.
Pemberangkatan jamaah menuju Arafah dibagi dalam tiga sesi, yakni pagi, siang dan sore hari guna menghindari kepadatan arus transportasi jamaah.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan setiap kelompok jamaah diberangkatkan secara bergiliran menggunakan sistem taraddudi atau shuttle.
“Trip pagi dilakukan tiga kali, begitu juga siang dan sore. Setiap markaz yang berisi sekitar 3.000 jamaah disiapkan tujuh bus untuk pemberangkatan ke Arafah,” jelasnya.
Setibanya di Arafah, jamaah langsung diarahkan menuju tenda masing-masing yang telah dilengkapi daftar nama agar memudahkan proses penempatan.
Sementara itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga mencatat sebanyak 11.570 jamaah mengikuti pelaksanaan Tarwiyah di Mina.
Tarwiyah merupakan kegiatan mabit atau bermalam di Mina pada 8 Zulhijjah yang hukumnya sunnah dan dilakukan sebagai bentuk meneladani perjalanan ibadah haji Rasulullah SAW.
Kasi Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Erti Herlina, mengatakan pelaksanaan Tarwiyah memang tidak termasuk dalam standar operasional penyelenggaraan haji tahun ini.
“Dalam SOP operasional haji kita sebenarnya tidak ada Tarwiyah, namun ada sebagian jamaah yang meyakini dan ingin menjalankan sunnah tersebut,” ungkapnya.
Di Arafah, suasana haru juga dirasakan para jamaah Indonesia. Salah satunya Samillah Laskar Abdullah dari Kloter BDJ 18 yang tak kuasa menahan air mata saat tiba di Padang Arafah.
Ia mengaku bersyukur akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima bersama rombongan jamaah lainnya.
“Saya bersyukur bisa sampai di sini untuk menjalankan ibadah haji. Semoga kami semua menjadi haji yang mabrur,” ucapnya sambil menangis haru.
Berbagai fasilitas penunjang juga telah disiapkan di tenda-tenda jamaah, mulai dari tempat tidur, bantal, selimut hingga layanan konsumsi dan kesehatan.
Kepala Satgas Arafah, Abdul Basir, memastikan seluruh fasilitas yang digunakan jamaah dalam kondisi baru dan siap digunakan selama pelaksanaan wukuf.
Salah satu jamaah Kloter KJT 34, Humairah, mengaku pelayanan yang diberikan petugas haji Indonesia selama di Tanah Suci sangat membantu para jamaah.
“Pelayanannya bagus dan totalitas. Dokter juga selalu siap melayani konsultasi kapan saja meski harus melayani banyak jamaah,” katanya.






