HESTEK.CO.ID – Ratusan rumah warga di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, terdampak banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Selasa (26/05/2026).
Bencana itu menyebabkan rumah warga tertimbun lumpur dan material kayu yang terbawa arus deras.
Tim BPBD Provinsi Gorontalo yang tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 Wita pada Rabu dini hari menemukan Desa Didingga menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah.
Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru, mengatakan sebagian besar rumah warga di Desa Didingga tertutup lumpur akibat banjir bandang.
“Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur, sementara beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan,” ujar Mohamad Nasaru.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Biau sejak pukul 15.30 hingga 17.20 Wita.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 100 hingga 250 sentimeter di sejumlah permukiman warga.
Data sementara BPBD mencatat sedikitnya lima desa terdampak banjir, yakni Desa Bualo sebanyak 132 kepala keluarga, Desa Didingga 115 kepala keluarga.
Kemudian Desa Biau 122 kepala keluarga, Desa Omuto 85 kepala keluarga, dan Desa Luhuto 75 kepala keluarga.
Meski kondisi banjir mulai surut, lumpur tebal dan material kayu masih menutupi rumah warga serta akses jalan di beberapa titik desa terdampak.
BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara saat ini masih terus melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor untuk penanganan bencana, evakuasi warga, hingga pembersihan rumah dari sisa material banjir.
Selain BPBD, penanganan bencana juga melibatkan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi II.












