Example floating
Example floating
Liputan Khusus

Kemarau Panjang, Limonu Hippy Minta Pemprov Antisipasi Krisis Pangan

Redaksi
8
×

Kemarau Panjang, Limonu Hippy Minta Pemprov Antisipasi Krisis Pangan

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo diminta tidak tinggal diam menghadapi ancaman dampak El Nino yang berpotensi menekan kehidupan masyarakat.Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, mendesak Pemprov Gorontalo bersama pemerintah kabupaten dan kota segera menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.

Menurut Limonu, persoalan yang harus diantisipasi bukan hanya soal cuaca panas dan kekeringan. Kondisi tersebut dapat memukul sektor pertanian, mengurangi ketersediaan air bersih, hingga berdampak pada harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah harus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Banyak petani berpotensi mengalami gagal panen. Kalau ini tidak diantisipasi, bisa berdampak pada ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok,” ujar Limonu, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:  Bahas Program kerja 2025, Komisi IV Deprov Gorontalo Gelar Rapat Bersama Dinsos

Ia menilai pemerintah perlu bergerak lebih awal dengan memetakan wilayah yang paling rentan terdampak kekeringan. Intervensi pemerintah, kata dia, harus disiapkan sebelum persoalan berkembang menjadi krisis.

Sejumlah langkah dapat dilakukan, mulai dari pemberian bantuan kepada masyarakat di wilayah rawan pangan, pelaksanaan pasar murah, hingga program lain yang dapat menjaga daya beli masyarakat.

Limonu juga menyoroti persoalan ketersediaan air. Kemarau panjang berpotensi menurunkan debit sumber air sehingga kebutuhan irigasi pertanian dan air bersih masyarakat sama-sama terancam.

“Sejumlah wilayah berpotensi mengalami krisis air bersih. Karena itu, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus bersinergi menyiapkan penanganannya agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air,” katanya.

Baca Juga:  Deprov Gorontalo Sahkan RPJMD 2025–2029

Menurutnya, persoalan air tidak boleh baru ditangani ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan. Pemerintah perlu menyiapkan skema distribusi air, terutama bagi wilayah yang sejak awal telah dipetakan sebagai daerah rawan kekeringan.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman.

Limonu meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran harus dihindari karena kondisi lahan yang kering dapat memperbesar risiko penyebaran api.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran yang justru akan memperparah dampak musim kemarau,” tegasnya.

Baca Juga:  Suyuti Serap Aspirasi Warga Dumati, Fokus Perbaikan Drainase dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Limonu menegaskan, menghadapi El Nino tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah Provinsi Gorontalo harus hadir melalui kebijakan, koordinasi, serta program mitigasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia berharap langkah antisipasi segera dilakukan untuk menjaga produksi pertanian, memastikan ketersediaan air bersih, mengendalikan potensi kenaikan harga pangan, serta menjaga kondisi ekonomi masyarakat.

Terlebih, berdasarkan informasi BMKG yang menjadi rujukannya, fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Februari. Kondisi ini, menurut Limonu, harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan sejak sekarang.